<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>media sosial &#8211; Kubus</title>
	<atom:link href="https://kubus.id/tag/media-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kubus.id</link>
	<description>Melihat Dunia Berbagai Sisi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 02:26:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kubus.id/wp-content/uploads/2024/03/Desain-tanpa-judul-150x150.png</url>
	<title>media sosial &#8211; Kubus</title>
	<link>https://kubus.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kebiasaan Mengabadikan Momen Sebelum Menikmatinya</title>
		<link>https://kubus.id/kebiasaan-mengabadikan-momen-sebelum-menikmatinya-2/</link>
					<comments>https://kubus.id/kebiasaan-mengabadikan-momen-sebelum-menikmatinya-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 02:26:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[generasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan digital]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[menikmati hidup]]></category>
		<category><![CDATA[mindfulness]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=29412</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; Saat sesuatu indah terjadi, banyak orang kini refleks mengambil kamera terlebih dahulu. Makanan difoto sebelum dimakan. Konser direkam sebelum dinikmati. Pemandangan diabadikan sebelum benar-benar dilihat. Tanpa sadar, kita lebih sibuk menyimpan momen daripada mengalaminya. Kita ingin memastikan momen itu ada dalam galeri, tapi lupa memastikan momen itu benar-benar terasa. Beberapa hal yang sering [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/kebiasaan-mengabadikan-momen-sebelum-menikmatinya-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dominasi Algoritma Media Sosial Jadi Ancaman Baru bagi Generasi Muda</title>
		<link>https://kubus.id/dominasi-algoritma-media-sosial-jadi-ancaman-baru-bagi-generasi-muda/</link>
					<comments>https://kubus.id/dominasi-algoritma-media-sosial-jadi-ancaman-baru-bagi-generasi-muda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Radio ANDIKA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=29147</guid>

					<description><![CDATA[Surabaya (KUBUS.ID) — Generasi muda Indonesia kini menghadapi tantangan serius di era digital akibat dominasi algoritma media sosial. Pola kerja algoritma yang terus-menerus menyajikan konten berdasarkan preferensi pengguna dinilai berpotensi kuat memengaruhi cara berpikir dan perilaku masyarakat. Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya, Dr. Vinda Maya Setianingrum, S.Sos., M.A., dalam wawancaranya bersama Radio [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/dominasi-algoritma-media-sosial-jadi-ancaman-baru-bagi-generasi-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FOMO Kebablasan di Media Sosial, Dosen UIN Tulungagung Soroti Krisis Logika Digital</title>
		<link>https://kubus.id/fomo-kebablasan-di-media-sosial-dosen-uin-tulungagung-soroti-krisis-logika-digital/</link>
					<comments>https://kubus.id/fomo-kebablasan-di-media-sosial-dosen-uin-tulungagung-soroti-krisis-logika-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 12:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UIN Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[FOMO]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Logika]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Radio ANDIKA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=29138</guid>

					<description><![CDATA[KEDIRI, (KUBUS.ID) – Fenomena media sosial saat ini dinilai semakin kontradiktif. Beragam konten yang melampaui batas normal justru kerap mendapat perhatian besar dan ramai ditiru masyarakat demi mengikuti tren atau fear of missing out (FOMO). Dosen Komunikasi UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung sekaligus Pegiat Literasi Digital Dimas Prakoso, menilai bahwa mengikuti tren tanpa [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/fomo-kebablasan-di-media-sosial-dosen-uin-tulungagung-soroti-krisis-logika-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gaya Hidup yang Membuat Kita Sulit Benar-Benar Offline</title>
		<link>https://kubus.id/gaya-hidup-yang-membuat-kita-sulit-benar-benar-offline/</link>
					<comments>https://kubus.id/gaya-hidup-yang-membuat-kita-sulit-benar-benar-offline/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 03:09:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[digital detox]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup online]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[work life balance]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=28993</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; Teknologi membuat hidup lebih mudah. Kita bisa terhubung kapan saja, bekerja dari mana saja, dan mengakses informasi tanpa batas. Namun di balik semua itu, ada satu hal yang semakin sulit dilakukan: benar-benar offline. Bahkan saat tidak bekerja, pikiran kita tetap terhubung. Tetap mengecek notifikasi. Tetap merasa harus tersedia. Tetap merasa perlu tahu apa [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/gaya-hidup-yang-membuat-kita-sulit-benar-benar-offline/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Bangun Tidur Langsung Merasa Tertinggal</title>
		<link>https://kubus.id/ketika-bangun-tidur-langsung-merasa-tertinggal/</link>
					<comments>https://kubus.id/ketika-bangun-tidur-langsung-merasa-tertinggal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 02:45:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[generasi muda]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Overthinking]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan hidup modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=28990</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; Banyak orang memulai hari bukan dengan tenang, tapi dengan rasa tertinggal. Baru bangun tidur, kita langsung membuka ponsel. Melihat notifikasi, berita, pencapaian orang lain, pekerjaan yang belum selesai, dan berbagai hal yang membuat pikiran langsung penuh. Hari bahkan belum benar-benar dimulai, tapi kita sudah merasa lelah secara mental. Kita merasa harus segera bergerak. [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/ketika-bangun-tidur-langsung-merasa-tertinggal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Mengabadikan Momen Sebelum Menikmatinya</title>
		<link>https://kubus.id/kebiasaan-mengabadikan-momen-sebelum-menikmatinya/</link>
					<comments>https://kubus.id/kebiasaan-mengabadikan-momen-sebelum-menikmatinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 02:20:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[generasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan digital]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[menikmati hidup]]></category>
		<category><![CDATA[mindfulness]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=28972</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; Saat sesuatu indah terjadi, banyak orang kini refleks mengambil kamera terlebih dahulu. Makanan difoto sebelum dimakan. Konser direkam sebelum dinikmati. Pemandangan diabadikan sebelum benar-benar dilihat. Tanpa sadar, kita lebih sibuk menyimpan momen daripada mengalaminya. Kita ingin memastikan momen itu ada dalam galeri, tapi lupa memastikan momen itu benar-benar terasa. Beberapa hal yang sering [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/kebiasaan-mengabadikan-momen-sebelum-menikmatinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Hidup dari Notifikasi ke Notifikasi</title>
		<link>https://kubus.id/kebiasaan-hidup-dari-notifikasi-ke-notifikasi/</link>
					<comments>https://kubus.id/kebiasaan-hidup-dari-notifikasi-ke-notifikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 10:41:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[distraksi digital]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[generasi muda]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=28287</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; Hari kita sering dimulai dari layar. Dan berakhir juga di sana. Hidup yang Dipotong-Potong Notifikasi datang. Pesan masuk.Update muncul.Informasi baru terus berdatangan. Tanpa sadar, fokus kita terpecah. Perhatian yang Tidak Utuh Kita jarang benar-benar fokus pada satu hal. Karena selalu ada gangguan kecil. Beberapa hal yang sering terjadi:• sulit fokus dalam waktu lama• [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/kebiasaan-hidup-dari-notifikasi-ke-notifikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tren Mengamati Hidup Orang Lain Lebih dari Menghidupi Diri Sendiri</title>
		<link>https://kubus.id/tren-mengamati-hidup-orang-lain-lebih-dari-menghidupi-diri-sendiri/</link>
					<comments>https://kubus.id/tren-mengamati-hidup-orang-lain-lebih-dari-menghidupi-diri-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 04:47:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[generasi muda]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[perbandingan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[quarter life crisis]]></category>
		<category><![CDATA[self awareness]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=27978</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; Kita melihat kehidupan orang lain setiap hari. Kesuksesan.Kebahagiaan.Pencapaian. Namun lupa menjalani hidup sendiri. Terlalu Sibuk Melihat Scroll kehidupan orang lain. Tanpa sadar, waktu habis untuk mengamati bukan mengalami. Hidup yang Tidak Dijalani Beberapa hal yang sering terjadi:• lebih tahu hidup orang lain daripada diri sendiri• membandingkan tanpa sadar• merasa tertinggal tanpa benar-benar bergerak• [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/tren-mengamati-hidup-orang-lain-lebih-dari-menghidupi-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kita Semakin Terkoneksi, Tapi Semakin Sulit Terhubung</title>
		<link>https://kubus.id/kita-semakin-terkoneksi-tapi-semakin-sulit-terhubung/</link>
					<comments>https://kubus.id/kita-semakin-terkoneksi-tapi-semakin-sulit-terhubung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 06:27:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[kesepian]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[koneksi sosial]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=27676</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; Tidak pernah dalam sejarah manusia kita bisa terhubung secepat dan semudah sekarang. Dalam hitungan detik, kita bisa berbicara dengan siapa pun, di mana pun. Namun, di balik kemudahan itu, muncul ironi yang terasa semakin nyata: kita terhubung lebih banyak, tapi merasa semakin jauh. Koneksi digital memberi kita akses, tapi tidak selalu memberi kedalaman. [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/kita-semakin-terkoneksi-tapi-semakin-sulit-terhubung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidup yang Diatur Algoritma Tanpa Kita Sadari</title>
		<link>https://kubus.id/hidup-yang-diatur-algoritma-tanpa-kita-sadari/</link>
					<comments>https://kubus.id/hidup-yang-diatur-algoritma-tanpa-kita-sadari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 05:16:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[echo chamber]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi digital]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[pola pikir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=27599</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; Apa yang kita lihat hari ini bukanlah kebetulan. Konten yang muncul, rekomendasi yang diberikan, bahkan informasi yang kita konsumsi semuanya telah disaring oleh algoritma. Algoritma bekerja berdasarkan kebiasaan kita. Ia mempelajari apa yang kita sukai, lalu terus menyajikan hal serupa. Akibatnya, kita hidup dalam “ruang yang dipersonalisasi” tanpa sadar. Masalahnya, semakin lama kita [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/hidup-yang-diatur-algoritma-tanpa-kita-sadari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
