<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>psikologi &#8211; Kubus</title>
	<atom:link href="https://kubus.id/tag/psikologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kubus.id</link>
	<description>Melihat Dunia Berbagai Sisi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Apr 2026 00:40:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://kubus.id/wp-content/uploads/2024/03/Desain-tanpa-judul-150x150.png</url>
	<title>psikologi &#8211; Kubus</title>
	<link>https://kubus.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cegah Fatalitas pada Remaja, Psikolog: Orang Tua Harus Peka terhadap Perubahan Kebiasaan Anak</title>
		<link>https://kubus.id/cegah-fatalitas-pada-remaja-psikolog-orang-tua-harus-peka-terhadap-perubahan-kebiasaan-anak/</link>
					<comments>https://kubus.id/cegah-fatalitas-pada-remaja-psikolog-orang-tua-harus-peka-terhadap-perubahan-kebiasaan-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 00:40:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Radio ANDIKA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=28081</guid>

					<description><![CDATA[Kediri (KUBUS.ID) – Maraknya fenomena remaja yang memilih mengakhiri hidup menjadi sorotan serius praktisi kesehatan mental. Menanggapi hal tersebut, Dosen Psikologi IIK Bhakti Wiyata, Puput Mariyati, M.Psi., menekankan pentingnya lingkungan terdekat untuk mengenali perubahan perilaku sebagai bentuk deteksi dini. Dalam wawancara bersama Radio ANDIKA, Puput menjelaskan bahwa tanda-tanda depresi pada remaja dapat diamati dari perubahan [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/cegah-fatalitas-pada-remaja-psikolog-orang-tua-harus-peka-terhadap-perubahan-kebiasaan-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>‘Quarter Life Fatigue’: Gen Z dan Beban Psikologis di Usia Muda</title>
		<link>https://kubus.id/quarter-life-fatigue-gen-z-dan-beban-psikologis-di-usia-muda/</link>
					<comments>https://kubus.id/quarter-life-fatigue-gen-z-dan-beban-psikologis-di-usia-muda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 03:15:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[gen z]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[quarter life crisis]]></category>
		<category><![CDATA[quarter life fatigue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=18800</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; “Kayaknya aku sudah terlalu tua buat mulai dari nol.”Kalimat ini bukan berasal dari orang 40-an yang sedang mempertimbangkan karier kedua. Tapi dari anak muda usia 22 tahun yang baru saja lulus kuliah. Fenomena ini bukan kasus tunggal. Banyak Gen Z—generasi yang lahir antara 1997 hingga 2012—mengaku merasa tua, lelah, dan tertinggal, padahal usia [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/quarter-life-fatigue-gen-z-dan-beban-psikologis-di-usia-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Dunia Terasa Gelap, Jadilah Lilin untuk Orang Lain (dan Dirimu Sendiri)</title>
		<link>https://kubus.id/saat-dunia-terasa-gelap-jadilah-lilin-untuk-orang-lain-dan-dirimu-sendiri/</link>
					<comments>https://kubus.id/saat-dunia-terasa-gelap-jadilah-lilin-untuk-orang-lain-dan-dirimu-sendiri/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 04:06:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[afirmasi positif]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi untuk kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[tips bahagia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=18776</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; Kita semua pernah berada di titik terendah: saat hidup terasa berat, harapan seperti mengecil, dan dunia seakan terlalu bising untuk dipahami. Di masa-masa seperti itu, naluri kita sering berkata: menyendiri saja dulu, fokus memperbaiki diri sendiri. Tapi siapa sangka, justru dengan membuka hati dan tangan untuk orang lain, kita bisa menemukan kembali makna, [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/saat-dunia-terasa-gelap-jadilah-lilin-untuk-orang-lain-dan-dirimu-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Cuma Peduli Orang Lain, Diri Sendiri Juga Butuh</title>
		<link>https://kubus.id/jangan-cuma-peduli-orang-lain-diri-sendiri-juga-butuh/</link>
					<comments>https://kubus.id/jangan-cuma-peduli-orang-lain-diri-sendiri-juga-butuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2025 01:38:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[self-care]]></category>
		<category><![CDATA[selfcare bukan egois]]></category>
		<category><![CDATA[siklus lupa diri]]></category>
		<category><![CDATA[tips self care]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=18713</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; Pernahkah kamu merasa lelah tapi tetap memaksakan senyum? Merasa kosong tapi tetap menjalankan peran demi peran tanpa jeda? Banyak perempuan menjalani hari-harinya dengan begitu banyak tuntutan dan tanggung jawab: sebagai anak yang diandalkan, istri yang penuh pengertian, ibu yang selalu siap, pekerja yang produktif, atau pemimpin komunitas yang inspiratif. Namun, di antara semua [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/jangan-cuma-peduli-orang-lain-diri-sendiri-juga-butuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Grooming Psikologis, Modus Penipuan Daring yang Perlu Diwaspadai: Begini Kata Psikolog</title>
		<link>https://kubus.id/grooming-psikologis-modus-penipuan-daring-yang-perlu-diwaspadai-begini-kata-psikolog/</link>
					<comments>https://kubus.id/grooming-psikologis-modus-penipuan-daring-yang-perlu-diwaspadai-begini-kata-psikolog/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 15:38:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Radio ANDIKA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=18453</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID – Maraknya aksi penipuan daring yang terus memakan korban menjadi atensi berbagai pihak. Bahkan saat ini perlaku penipuan daring mulai masuk ke ranah psikologi korbannya untuk bisa diambil manfaat. Dr.&#160;Miftakhul&#160;Jannah, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menyoroti pentingnya kesadaran diri (red. awareness) sebagai benteng utama. Utamanya terhadap penipuan daring dengan modus grooming [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/grooming-psikologis-modus-penipuan-daring-yang-perlu-diwaspadai-begini-kata-psikolog/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cari Mobil yang Tak Sengaja Tertabrak, Psikolog: Cermin Kesadaran Moral yang Sehat</title>
		<link>https://kubus.id/cari-mobil-yang-tak-sengaja-tertabrak-kata-psikolog/</link>
					<comments>https://kubus.id/cari-mobil-yang-tak-sengaja-tertabrak-kata-psikolog/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kubus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2025 14:19:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri Raya]]></category>
		<category><![CDATA[mobi;]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Radio ANDIKA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kubus.id/?p=17941</guid>

					<description><![CDATA[KUBUS.ID &#8211; Sikap Pak Nurcholis yang berusaha mencari pemilik mobil yang tidak sengaja ia tabrak, dari kacamata ilmu psikologi dianggap sebagai kesadaran moral yang timbul dari diri sendiri. Menurut Dr. Miftakhul Jannah, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), tindakan Pak Nurcholis mencerminkan bentuk kesadaran moral yang utuh dan lahir dari kenyamanan batin. Dr. [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://kubus.id/cari-mobil-yang-tak-sengaja-tertabrak-kata-psikolog/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
