KEDIRI (KUBUS.ID) – Sektor pariwisata di Kabupaten Kediri menunjukkan tren positif yang signifikan. Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mencatat kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang konsisten dari tahun ke tahun, membuktikan bahwa daya tarik wisata di Kabupaten Kediri semakin diminati wisatawan.
Berdasarkan data resmi, performa lima destinasi wisata unggulan yakni Gunung Kelud, Wisata Ubalan, Air Terjun Besuki, Wisata Corah, dan kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) berhasil menyumbangkan angka yang impresif. Pada tahun 2024, sektor pariwisata berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp3.805.247.000. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp3,5 miliar, dengan total kunjungan mencapai 283.843 orang.
Tren positif ini berlanjut pada tahun 2025. Meski secara jumlah pengunjung tercatat sebanyak 262.400 orang, kontribusi terhadap PAD tetap tinggi di angka Rp3.511.722.000, menunjukkan manajemen pengelolaan yang semakin efektif dan efisien.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Mustika Adi Prayitno, mengatakan bahwa keberhasilan ini menjadi semangat untuk melakukan optimalisasi besar-besaran di tahun 2026. Fokus utama tahun ini adalah meningkatkan kualitas pengelolaan objek wisata agar memiliki daya tarik yang lebih kuat.
”Dengan kenaikan PAD dari tahun ke tahun, pada 2026 kami akan meningkatkan optimalisasi daya tarik tempat-tempat wisata dengan pengelolaan yang lebih bagus,” Kata Mustika Adi Prayitno, Selasa (20/1/2026).
Mustika menambahkan, bahwa pengelolaan Ubalan akan dimaksimalkan agar kembali menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Untuk mencapai target yang lebih tinggi di tahun 2026, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri telah memetakan beberapa langkah strategis. Di antaranya, Peningkatan fasilitas umum, yaitu memastikan standar kebersihan fasilitas umum di lokasi wisata (toilet, tempat ibadah, dan area istirahat).
Kemudian perbaikan aksesibilitas, memastikan akses menuju seluruh titik wisata memadai dan mudah dijangkau oleh semua kalangan, dan terakhir manajemen profesional, yakni menerapkan sistem pengelolaan yang lebih modern dan ramah pengunjung. Dengan sinergi pembangunan infrastruktur dan promosi yang masif, Pemerintah Kabupaten Kediri optimis bahwa target PAD pariwisata di tahun 2026 akan kembali terlampaui.
”Kami sangat optimis. Dengan fasilitas yang lebih bersih dan akses yang memadai, pariwisata Kabupaten Kediri akan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Mustika.(atc/stm)
































