KEDIRI, (KUBUS.ID) – Masa libur jelang Ramadan tiba. Suasana Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, pun tampak lebih semarak dari biasanya. Lebih dari 17 ribu santri resmi dipulangkan ke daerah asal setelah menuntaskan seluruh rangkaian kurikulum pembelajaran di pesantren.
Pemulangan santri dilakukan secara bertahap selama dua hari dengan pengawalan dan pengaturan ketat dari pihak pondok. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan, Lirboyo menyiapkan 344 armada bus yang mengantar santri ke berbagai daerah tujuan di seluruh Indonesia.
“Tujuan pemulangan santri tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga ke luar Jawa seperti Lampung, Sumatera, hingga Jambi,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdul Muid Shohib, Kamis (29/1/2026).
KH Abdul Muid Shohib berpesan agar masa libur tidak dimaknai sebagai jeda dari proses belajar. Justru sebaliknya, santri diminta menjadikan momen liburan sebagai ajang pengamalan ilmu di tengah masyarakat.
“Yang utama adalah implementasi ilmu. Santri harus mampu menerapkan ilmu agama yang telah dipelajari di pesantren dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Selain itu, santri juga diingatkan untuk menjaga akhlak dan menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Momentum Ramadan, lanjut KH Abdul Muid, juga diharapkan dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan mengisi waktu dengan istirahat yang berkualitas bersama keluarga.
Masa libur santri Lirboyo akan berlangsung hingga usai Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan kalender akademik pesantren, seluruh santri dijadwalkan kembali ke pondok dan memulai kegiatan belajar pada 6 April 2026.
Pemulangan massal ini merupakan agenda rutin tahunan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai bagian dari manajemen santri yang tertata, sekaligus untuk memastikan seluruh santri tiba di kampung halaman dengan aman di bawah koordinasi pesantren.(atc/adr)

































