KUBUS.ID – Vaksin herpes zoster yang selama ini dikenal sebagai perlindungan terhadap penyakit cacar api, kini disebut memiliki manfaat tambahan yang mengejutkan. Berdasarkan temuan studi terbaru, vaksin ini diduga tidak hanya menekan risiko infeksi, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh seiring bertambahnya usia.
Penelitian tersebut mengamati hubungan antara vaksinasi herpes zoster dan proses penuaan biologis. Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang telah menerima vaksin cenderung memiliki indikator penuaan yang lebih baik dibandingkan mereka yang belum divaksin. Indikator ini berkaitan dengan kondisi sel dan jaringan tubuh yang biasanya memburuk seiring waktu.
Para peneliti menilai, salah satu faktor yang berperan adalah berkurangnya tingkat peradangan kronis dalam tubuh. Infeksi herpes zoster diketahui dapat memicu peradangan berkepanjangan, yang dalam jangka panjang berdampak pada berbagai sistem organ. Dengan menekan risiko infeksi tersebut, vaksin secara tidak langsung membantu menjaga keseimbangan sistem imun.
Menariknya, efek positif ini tetap terlihat meski vaksin diberikan beberapa tahun sebelum pengukuran dilakukan. Hal ini mengindikasikan bahwa manfaat vaksinasi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berpotensi memberikan perlindungan kesehatan dalam waktu yang lebih lama.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa vaksin herpes zoster bukanlah “obat awet muda”. Efek yang ditemukan masih bersifat pendukung dan menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Pola hidup sehat, aktivitas fisik, serta asupan nutrisi tetap menjadi faktor utama dalam proses penuaan yang sehat.
Studi ini menambah daftar bukti bahwa vaksinasi dapat memberikan manfaat luas di luar fungsi utamanya sebagai pencegah penyakit menular. Ke depan, penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami lebih dalam mekanisme biologis yang menghubungkan vaksin herpes zoster dengan proses penuaan.
Bagi kelompok usia dewasa dan lanjut usia, temuan ini bisa menjadi pertimbangan tambahan untuk melakukan vaksinasi herpes zoster, tentu dengan tetap mengikuti rekomendasi dan konsultasi tenaga medis.
Source: cnnindonesia.com






























