KEDIRI, (KUBUS.ID) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam memperkuat ketahanan pangan kian nyata. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyerahkan puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) se-Kabupaten Kediri, Kamis (—).
Penyerahan bantuan yang dikemas dalam tasyakuran swasembada pangan itu digelar di halaman belakang Kantor Pemkab Kediri. Ratusan petani tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi simbol percepatan modernisasi sektor pertanian tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Mas Dhito menyerahkan bantuan secara simbolis berupa 34 unit traktor roda empat untuk Gapoktan dan 15 unit traktor roda dua untuk Poktan. Selain itu, juga disalurkan empat paket benih pertanian unggulan serta bantuan pembangunan sumur bor guna menjamin ketersediaan air lahan pertanian.
Mas Dhito menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program besar penguatan sektor pertanian pada tahun anggaran 2026. Hingga saat ini, Pemkab Kediri telah menyalurkan 72 unit alsintan kepada petani. Jumlah itu dipastikan masih akan terus bertambah.
“Di tahun 2026 ini masih ada susulan sebanyak 191 unit alsintan lagi yang akan kami serahkan kepada Gapoktan di Kabupaten Kediri,” ujar Mas Dhito di sela acara.
Meski pemerintah pusat dan daerah tengah melakukan efisiensi anggaran, Mas Dhito menegaskan sektor pertanian tetap menjadi prioritas. Langkah itu sejalan dengan upaya mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Di tengah efisiensi, bantuan alsintan tetap kami prioritaskan. Tujuannya jelas, untuk mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo. Harapannya, produktivitas dan hasil panen petani bisa meningkat signifikan,” tegasnya.
Lebih jauh, Mas Dhito berharap modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alsintan mampu mengubah wajah pertanian Kediri menjadi lebih efisien dan berdaya saing. Sekaligus menarik minat generasi muda untuk kembali melirik sektor pertanian.
“Kami ingin petani-petani muda, petani milenial, tumbuh di Kediri. Dengan teknologi modern, bertani tidak lagi identik dengan pekerjaan berat, tetapi sektor yang menjanjikan secara ekonomi,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah dan petani, Kabupaten Kediri optimistis mampu mempertahankan perannya sebagai lumbung pangan yang mandiri dan berdaya saing.(atc/adr)































