KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemkab Kediri terus mengencangkan upaya penurunan angka stunting lewat kolaborasi lintas sektor. Terbaru, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri bersinergi dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri menggelar workshop pengolahan pangan sehat di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Gadungan, Rabu (11/2/2026), tersebut menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD. Disdagin menggandeng Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang sebagai fondasi pencegahan stunting.
Kepala Disdagin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menegaskan bahwa workshop ini tidak sekadar praktik memasak. Lebih dari itu, masyarakat dibekali pemahaman mengenai fortifikasi pangan.
“Workshop ini kami kemas lengkap dengan sosialisasi fortifikasi pangan, yakni penambahan zat gizi esensial seperti vitamin dan mineral ke dalam bahan pangan pokok,” jelas Tutik.
Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan garam beryodium. Tutik menekankan, yodium berperan krusial dalam tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu hamil. Namun, penggunaannya tetap harus sesuai takaran agar manfaatnya optimal.
Tak hanya soal asupan gizi, Disdagin juga memperkuat dukungan terhadap program Bulan Timbang di Posyandu. Para kader posyandu yang hadir diwajibkan membawa timbangan sebagai alat ukur pertumbuhan balita yang standar.
“Kami ingin memastikan pengukuran pertumbuhan balita dilakukan dengan alat yang tepat dan cara yang benar. Akurasi data menjadi kunci agar pemantauan perkembangan anak tidak meleset,” tegasnya.
Dukungan senada datang dari jajaran TNI AD. Peltu Iswoyo, Bati Tuud Koramil 0809/21 Puncu yang mewakili Pasi Ter Kodim 0809/Kediri, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang.
“Stunting harus dicegah sedini mungkin, bahkan sebelum masa kehamilan. Persiapan gizi yang matang, keseimbangan asupan nutrisi, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya.
Workshop ini diikuti dengan antusias oleh berbagai elemen, mulai dari TP PKK tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, Persit Kartika Chandra Kirana, serta kader Posyandu dan kader KB.
Melalui langkah konkret ini, kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi pangan sehat diharapkan semakin meningkat. Sinergi Pemkab Kediri dan TNI melalui TMMD ke-127 pun diharapkan mampu menjadi akselerator terwujudnya Kabupaten Kediri bebas stunting.(atc/adr)

































