BLITAR, KUBUS.ID-Sejumlah peternak di Kota Blitar diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul ditemukannya kasus sapi dengan gejala mengarah ke Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Laporan awal disampaikan komunitas Bolo Ngaret (peternak) Blitar setelah menemukan sapi dengan ciri-ciri PMK.
Saat ini, petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar telah melakukan penanganan dan pengobatan langsung di lokasi kandang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, drh. Dewi Masitoh, Magr, menyampaikan hingga update terbaru tercatat sebanyak delapan ekor sapi di Kota Blitar terjangkit PMK. Dua kandang sapi yang terdampak berada di Kelurahan Pakunden, Kota Blitar, yang lokasinya berdekatan dengan pasar hewan.
Sapi-sapi tersebut diketahui milik seorang peternak asal Pakunden. Kasus ini diduga bermula dari pembelian sapi baru di pasar hewan tanpa melalui proses isolasi. Akibatnya, penyakit menular ke sapi lainnya. Petugas mengingatkan agar sapi baru minimal diisolasi selama 14 hari sebelum dicampur dengan ternak lain.
Peternak juga diminta rutin melakukan penyemprotan disinfektan di kandang maupun pada kendaraan yang keluar-masuk area peternakan guna mencegah penyebaran PMK.
Adapun gejala klinis PMK pada sapi antara lain demam tinggi di atas 39 derajat Celsius, air liur berlebihan dan berbusa, serta muncul luka lepuh pada mulut dan gusi. Peternak diimbau segera melapor apabila menemukan gejala serupa pada ternaknya. (ikj)

































