TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Penyediaan lahan untuk gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Tulungagung masih mengalami kendala. Sebab, ada sejumlah pemerintah desa yang mengajukan lahan sekolah. Di sisi lain, ada pula pihak sekolah yang keberatan lahannya dijadikan gerai KDMP.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Sukowinarno, menerangkan, kurang lebih ada sembilan lahan sekolah yang diajukan oleh pemerintah desa untuk dijadikan lahan KDMP. Namun, belum semua lahan yang diajukan tersebut clear atau lepas dari aktivitas belajar mengajar.
“Tapi di situ memang sudah ada yang clear. Dalam arti clear itu yang diusulkan oleh desa memang tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (di sekolah yang diajukan),” paparnya.
Di sisi lain, ada pula pihak sekolah yang keberatan jika lahan lembaganya dijadikan gerai KDMP. Pasalnya, aktivitas belajar mengajar secara reguler masih digelar di lembaga sekolah tersebut.
Untuk diketahui, ada sekitar tiga lembaga sekolah yang masih aktif dari total sembilan lembaga yang diajukan sebagai lahan KDMP. Selain itu, sebagian sekolah yang diajukan juga masih menggelar aktivitas belajar.
Itu sebabnya, Suko menegaskan bahwa pihaknya harus bijak dalam menentukan langkah ke depan. Sebab, baik pendidikan maupun program KDMP sama-sama menjadi fokus pemerintah pusat di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Dan ini kami Dinas Pendidikan tentunya harus bijak dalam hal ini. Dalam posisi di tengah, di satu sisi memang itu juga (program) strategis nasional. Tapi di sisi lain, kegiatan belajar mengajar jangan sampai terganggu,” jelasnya.
Suko meminta waktu lebih untuk menuntaskan seluruh proses persiapan penyiapan lahan KDMP. Dia mengklaim tengah mencari solusi terbaik agar persoalan ini bisa segera diselesaikan.
“Dan itu tentunya kami mohon waktu, dalam arti harus benar-benar karena sensitif juga. Kita harus hati-hati. Itu sedang kita lakukan, kita carikan solusi yang terbaik tentunya,” pungkasnya.(dit/adr)

































