Beranda Kediri Raya Tahun Ini Target Pajak Rp 820 M, Bapenda Tulungagung Pastikan Ada Perubahan...

Tahun Ini Target Pajak Rp 820 M, Bapenda Tulungagung Pastikan Ada Perubahan Nominal di PAK

550
Tahun Ini Target Pajak Rp 820 M, Bapeda Tulungagung Pastikan Ada Perubahan Nominal di PAK (Redaksi)

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Meski realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak di 2025 melampau target, target pajak di 2026 ini justru di bawah realisasi tahun lalu. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tulungagung menyebut hal ini baru diubah melalui mekanisme Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) di semester kedua tahun ini.

Kepala Bapenda Kabupaten Tulungagung, Sukowinarno mengatakan, realisasi PAD dari sektor pajak pada 2025 lalu mencapai sekitar Rp 902,4 miliar. Sedangkan, target pajak di tahun lalu sekitar Rp 876 miliar. Artinya, secara total, presentase capaian PAD pajak di tahun lalu lebih 14 persen dari target.

“Untuk Realisasi pendapatan asli daerah alhamdulillah di Kabupaten Tulungagung itu melampaui target. Tepatnya itu 14 persen lebih dari target Rp 876 miliar, terealisasi Rp 902,4 miliar,” ujar Suko (13/2).

Lalu, target PAD pajak di APBD 2026 justru terbilang lebih kecil dibanding 2025 lalu. Yaitu, sekitar Rp 820 miliar. Suko mengungkapkan bahwa nantinya pemkab akan kembali melakukan penyesuai target pendapatan di Perubahan Anggaran Keuangan 2026.

“Sebenarnya sebetulnya target itu adalah di bawah capaian tahun 2025. Tetapi bahwa itu kan bisa disesuaikan nantinya pada saat perubahan. Paling tidak kalau sama dengan tahun 2025. Kami optimis untuk bisa didapat,” sambungnya.

Sama seperti tahun lalu, opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) masih jadi mata pajak tertinggi dibanding target di mata pajak lain. Yakni, mencapai sekitar Rp 136 miliar.

Adapun kebijakan opsen PKB baru diterapkan pada 2025 lalu. Kerjasama bagi hasil dengan berbagai pihak, termasuk pemprov, dilakukan selama satu tahun anggaran. Lalu, penandatangan kerjasama kembali digelar untuk tiga tahun ke depan.

“Jadi pertama Kapan hari pada akhir tahun 2025 kita sudah menandatangani MoU lagi untuk toga tahun ke depan. Karena yang pertama MoU-nya hanya berlaku satu tahun,” ucap Suko.(dit/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini