
KEDIRI, (KUBUS.ID) – Edukasi jadi senjata utama. Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, 2–15 Februari lalu, Satlantas Polres Kediri tancap gas memperkuat langkah preemtif dan preventif. Hasilnya? Angka kegiatan melonjak tajam dibanding tahun lalu.
Data Analisis dan Evaluasi (Anev) menunjukkan, pendekatan persuasif dan pencegahan lebih diutamakan demi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Kediri.
Edukasi Melejit Ribuan Persen
Sektor Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) mencatat lonjakan paling mencolok. Sepanjang operasi 2026, digelar 94.743 kegiatan. Bandingkan dengan tahun 2025 yang hanya 127 kegiatan. Artinya, terjadi peningkatan fantastis hingga 74.501 persen.
Sosialisasi dilakukan langsung menyasar sekolah, komunitas, hingga masyarakat umum. Strateginya sederhana namun efektif: hadir, menyapa, dan mengedukasi dari akar rumput.
Pengawasan Jalanan Diperketat
Tak hanya edukasi, pengawasan di lapangan juga digencarkan. Dalam kategori Turjawali (pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli), tercatat 59.256 kegiatan. Personel disiagakan di jalur rawan macet dan kecelakaan, termasuk pelaksanaan random ramp check.
Sementara itu, pengawasan kendaraan melalui Wasrik Visuka Ranmor dan coaching clinic kepada perusahaan otobus (PO) mencapai 16.173 kegiatan.
Di sisi lain, pemetaan kondisi jalan, koordinasi lintas instansi, hingga rekayasa arus lalu lintas dilakukan sebanyak 19.314 kegiatan untuk meminimalisir potensi bahaya.
Penindakan Ikut Naik
Pada aspek penegakan hukum (gakkum), tercatat 134.055 tindakan, mulai tilang ETLE, non-ETLE, hingga teguran presisi. Angka tersebut naik 1.188 persen dibanding tahun 2025 yang mencatat 10.834 tindakan.
Meski upaya preventif digenjot, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi pekerjaan rumah. Tahun ini tercatat 43 kejadian, naik dari 21 kejadian pada 2025. Kenaikan ini menjadi atensi serius jajaran kepolisian.
Kasat Lantas Polres Kediri, AKP Mega Satriatama, menegaskan bahwa peningkatan kegiatan merupakan strategi sadar untuk memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat.
“Satlantas Polres Kediri mengedepankan edukasi tatap muka dan kehadiran langsung personel. Tujuannya mewujudkan kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat, sekaligus persiapan menjelang Ops Ketupat Semeru 2026,” tegasnya.
Dengan hasil Anev tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat Kediri dalam berlalu lintas kian meningkat. Harapannya jelas: angka kecelakaan ditekan, keselamatan di jalan raya makin terjamin.(atc/adr)






























