KEDIRI, KUBUS.ID-Kemeriahan menyelimuti Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri pada malam pergantian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Sebagai bagian dari tradisi tahunan, kelenteng bersejarah ini kembali menggelar pertunjukan Barongsai yang berhasil menyedot antusiasme ratusan warga dari berbagai kalangan.
Acara ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat umum mengenai tradisi umat Konghucu. Perayaan berlangsung semarak, mencerminkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman Kota Kediri.
Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati yang memberikan apresiasi mendalam terhadap pelaksanaan perayaan Imlek tahun ini. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa momen ini adalah fondasi untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat ditengah keberagaman tradisi, budaya dan agama di Kota Kediri.
“Bukan hanya sekedar perayaan pergantian tahun, melainkan momen untuk memperkuat kebersamaan, semangat, dan berkontribusi dalam kebaikan. Perayaan Imlek 2577 mengandung nilai-nilai kebajikan dan sejalan dengan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan gotong royong serta toleransi antar umat beragama,” ujar Vinanda.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat Imlek sebagai pemacu kerukunan.
“Mari perkuat kekeluargaan, kebersamaan, dan semangat toleransi antar sesama. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kemudahan, dan awal yang baru dalam mendukung pembangunan Kota Kediri yang toleran di tengah keberagaman,” tambahnya.
Ketua Umum Yayasan Tri Dharma Tjoe Hwie Kiong, Prayitno, menjelaskan bahwa pertunjukan Barongsai merupakan bagian dari rangkaian panjang kegiatan spiritual di kelenteng. Selain atraksi seni, inti dari perayaan ini tetaplah pada kekhusyukan doa dan sembahyang kepada Tuhan.
“Tidak hanya pertunjukkan barongsai, malam ini juga dilakukan sembahyang tutup tahun Imlek 2576 Kongzili pada jam 19.00 WIB, dan akan dilanjutkan dengan sembahyang buka tahun Imlek 2577 Kongzili tepat pada jam 24.00 WIB,” jelas Prayitno.
Melalui kegiatan rutin tahunan ini, pihak yayasan berharap aspek sosial dan ketuhanan selalu seimbang, sekaligus menjadi upaya untuk menjaga tradisi peninggalan nenek moyang tetap terjaga dan lestari sepanjang zaman.(sof/far)































