Beranda Kediri Raya Jaga Stabilitas Pangan Ramadan 2026, BULOG Kediri Pastikan Stok Beras Aman 10...

Jaga Stabilitas Pangan Ramadan 2026, BULOG Kediri Pastikan Stok Beras Aman 10 Bulan

1522
Jaga Stabilitas Pangan Ramadan 2026, BULOG Kediri Pastikan Stok Beras Aman 10 Bulan (Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi perhatian serius. Perum BULOG Kantor Cabang Kediri bergerak cepat memastikan pasokan aman dan harga tetap terkendali.

Wakil Pimpinan Cabang BULOG Kediri, Hestiana Peni Utami, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pahing, Kota Kediri. Sidak dilakukan bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) serta PD Pasar Joyoboyo.

Dari hasil dialog dengan para pedagang, terpantau fluktuasi pada sejumlah komoditas. Bawang merah naik tipis dari Rp 40.000 menjadi Rp 42.000 per kilogram. Sebaliknya, cabai rawit turun cukup signifikan dari Rp 110.000 menjadi Rp 90.000 per kilogram. Harga telur ayam juga turun dari Rp 30.000 menjadi Rp 29.000 per kilogram.

Sementara itu, harga beras relatif stabil. Beras SPHP bertahan di Rp 12.000 per kilogram, sedangkan beras premium di kisaran Rp 14.500–Rp 14.900 per kilogram.

“Kenaikan bawang merah dipicu faktor cuaca, seperti disampaikan salah satu pedagang. Namun kabar baiknya, cabai dan telur justru turun,” ujar Hestiana di sela sidak.

Fokus utama pengawasan kali ini juga menyasar ketersediaan beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) serta MinyakKita. BULOG memastikan stok dalam kondisi sangat mencukupi.

“Per hari ini stok beras kami mencapai 65.737 ton. Jumlah itu aman untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai panic buying,” tegasnya.

BULOG Kediri berkomitmen terus menggelontorkan beras SPHP dan MinyakKita ke pasar tradisional maupun jaringan pengecer. Penyaluran dilakukan konsisten melalui program SPHP dan Bantuan Pangan guna meredam potensi lonjakan harga.

Hestiana menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, produsen, hingga pedagang akan terus diperkuat.

“Tujuannya satu, stok tersedia, harga terjangkau, dan psikologi pasar tetap kondusif. Dengan begitu, masyarakat bisa tenang menjalankan ibadah Ramadan 2026,” pungkasnya.(atc/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini