Beranda Gaya Hidup Sunyi yang Tiba-Tiba Terasa Ramai

Sunyi yang Tiba-Tiba Terasa Ramai

1120

KUBUS.ID – Ramadan selalu membawa jenis kesunyian yang berbeda. Bangun lebih awal dari biasanya, berjalan ke dapur dalam keadaan setengah sadar, mendengar suara air mengalir saat sahur, lalu menunggu azan Subuh dalam hening. Namun anehnya, sunyi di bulan ini justru terasa ramai.

Ramai oleh doa-doa yang tak terucap.
Ramai oleh pikiran yang biasanya tertutup kebisingan rutinitas.
Ramai oleh kesadaran bahwa kita sedang “menahan diri”.

Di hari-hari biasa, sunyi sering terasa kosong. Tetapi saat Ramadan, sunyi menjadi ruang perjumpaan dengan diri sendiri. Kita mulai mendengar detak cemas yang selama ini tertutup notifikasi. Kita mulai merasakan lelah yang selama ini ditutupi kesibukan.

Mengapa sunyi Ramadan terasa berbeda?

  • Karena ritme hidup melambat.
  • Karena tubuh tidak sibuk mengunyah dan mengonsumsi.
  • Karena malam menjadi lebih panjang dan bermakna.
  • Karena ada kesadaran kolektif bahwa jutaan orang sedang melakukan hal yang sama.

Ramadan mengajarkan bahwa sunyi bukan kekosongan. Ia adalah ruang. Ruang untuk refleksi. Ruang untuk berdamai. Ruang untuk kembali pulang pada diri sendiri.

Dan mungkin, di tengah dunia yang terlalu berisik, sunyi adalah hadiah paling mahal yang jarang kita sadari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini