KUBUS.ID – Di usia 20-an, resign sering dianggap berani. Atau justru sembrono. Ada yang bilang, “Masih muda, coba saja.” Ada juga yang bilang, “Jangan gegabah, cari aman dulu.” Lalu sebenarnya, resign di usia 20-an itu nekat atau strategis?
Kenapa Banyak Anak Muda Ingin Resign?
Beberapa alasannya:
- Lingkungan kerja toxic
- Tidak berkembang
- Gaji tidak sesuai
- Tidak sesuai passion
- Burnout berkepanjangan
Keinginan resign sering muncul bukan karena malas, tapi karena lelah secara mental.
Resign Tanpa Rencana = Nekat
Kalau resign hanya karena emosi sesaat tanpa persiapan finansial atau rencana berikutnya, itu bisa jadi keputusan impulsif. Hal yang perlu dipertimbangkan:
- Tabungan minimal 3–6 bulan
- Skill yang bisa dijual
- Jaringan profesional
- Rencana konkret setelah resign
Resign bukan soal lari dari masalah, tapi pindah ke peluang yang lebih baik.
Resign dengan Strategi = Investasi
Kalau kamu:
- Sudah punya rencana karier jelas
- Sudah menyiapkan dana darurat
- Ingin pindah ke bidang yang lebih berkembang
- Butuh lingkungan yang lebih sehat
Maka resign bisa jadi langkah strategis. Usia 20-an memang fase eksplorasi. Tapi tetap perlu perhitungan.
Jangan Resign Karena Ikut-Ikutan
Setiap orang punya kondisi berbeda. Jangan resign karena melihat orang lain sukses setelah keluar dari pekerjaannya.Tanya pada diri sendiri:
“Aku resign untuk lari, atau untuk naik level?”
Jawaban itu yang menentukan.






























