KEDIRI, (KUBUS.ID) – Kabar baik datang dari sektor peternakan Kabupaten Kediri. Tren kesembuhan ternak yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus menunjukkan peningkatan. Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) memastikan pengendalian wabah berjalan on track, seiring pengobatan intensif dan pengawasan ketat di lapangan.
Berdasarkan data DKPP per Senin (19/1/2026), dari total 91 ekor sapi yang terpapar PMK, sebanyak 19 ekor dinyatakan sembuh total. Saat ini, petugas masih menangani 70 ekor sapi yang dalam proses pengobatan, sementara dua ekor dilaporkan mati.
Untuk menekan penularan, DKPP menerapkan strategi lokalisasi di titik-titik persebaran. Kecamatan Tarokan menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 60 kasus, terdiri dari 42 sapi sakit, 17 sembuh, dan satu mati. Disusul Kecamatan Plemahan dengan 11 kasus. Kecamatan Purwoasri dan Ngancar masing-masing mencatat delapan kasus, Kecamatan Grogol dua kasus, serta Kecamatan Semen satu kasus.
Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyebut peningkatan angka kesembuhan sebagai sinyal positif dari kerja keras petugas kesehatan hewan di lapangan.
“Ada peningkatan kesembuhan sapi yang terpapar PMK dan ini menjadi indikator yang baik. Kami terus mempercepat pengobatan agar jumlah sapi sakit bisa ditekan. Target kami, dalam minggu ini angka kesembuhan terus bertambah,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Selain pengobatan, DKPP menegaskan pencegahan menjadi kunci utama. Vaksinasi serta pengawasan ketat lalu lintas ternak antarwilayah kini diperketat, terutama di pasar-pasar hewan. Tingginya mobilitas ternak dari luar daerah dinilai berpotensi mempercepat penyebaran virus PMK.
“Setiap ternak yang masuk ke wilayah Kabupaten Kediri wajib melalui pemeriksaan. Pasar hewan menjadi fokus pengawasan kami,” tegas Tutik.
DKPP juga mengeluarkan tiga imbauan penting kepada peternak. Pertama, melarang keras membawa sapi sakit ke pasar. Kedua, segera melapor dan berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan DKPP apabila ditemukan gejala PMK. Ketiga, meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan ternak.
“Edukasi kepada peternak terus kami lakukan. Jangan sampai sapi yang sakit dibawa ke pasar karena itu bisa memperluas sebaran virus,” tandasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkab Kediri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi peternak hingga sektor peternakan kembali pulih, sehat, dan terbebas dari ancaman PMK.(atc/adr)

































