Beranda Kediri Raya Gus Qowim Buka Musrenbang 2027 Pesantren, Tekankan Inovasi Hadapi Tantangan Fiskal

Gus Qowim Buka Musrenbang 2027 Pesantren, Tekankan Inovasi Hadapi Tantangan Fiskal

220
Buka Musrenbang 2027 Kecamatan Pesantren, Gus Qowim Tekankan Perencanaan Inovatif di Tengah Tantangan Fiskal (Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin (Gus Qowim) membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Pesantren di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Pesantren, Rabu (12/2). Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan warga dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Gus Qowim mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat. Ia membeberkan, pada Musrenbang tahun sebelumnya terdapat 122 usulan dari Kecamatan Pesantren. Dari jumlah tersebut, 38,5 persen telah terakomodasi dalam perencanaan daerah.

“Sebanyak lima usulan masuk Perubahan APBD 2025, sementara 42 usulan lainnya telah diakomodasi dalam APBD 2026. Ini bukti komitmen pemerintah merespons aspirasi masyarakat secara bertahap,” tegasnya.

Pemkot Kediri merinci usulan yang telah terealisasi dalam tiga sektor utama. Bidang sosial budaya mencakup pengadaan buku taman baca, pemberdayaan perempuan kepala keluarga, pelatihan kesehatan, hingga pengembangan Kelurahan Ramah Anak. Bidang infrastruktur meliputi pengaspalan jalan, rehabilitasi saluran irigasi, serta pelatihan pengelolaan persampahan. Sementara bidang ekonomi diarahkan pada peningkatan kualitas UMKM, pembinaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta pengembangan seni dan budaya lokal.

Salah satu capaian yang disorot adalah pelebaran Jalan Betet arah Kleco pada 2025 yang kini dikenal sebagai Jalur Lintas Santren (JLS). Jalur ini diproyeksikan menjadi pengungkit ekonomi baru, memperkuat konektivitas wilayah, sekaligus ruang publik bagi aktivitas olahraga warga.

Gus Qowim menegaskan, tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029 dengan tema Penguatan Layanan Dasar dan Akselerasi Transformasi Pembangunan melalui Inovasi, SDM, dan Infrastruktur untuk Penguatan Daya Tarik Kota. Namun demikian, ia mengingatkan adanya tantangan serius berupa penurunan kemampuan fiskal daerah akibat kebijakan transfer dari pemerintah pusat.

“Menyikapi kondisi itu, Pemkot Kediri akan fokus pada skala prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, mencari terobosan kreatif di tengah keterbatasan anggaran, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program Sapta Cita,” jelasnya.

Meski dihadapkan pada tekanan fiskal, Pemkot Kediri memastikan anggaran kelurahan tetap dialokasikan untuk kegiatan strategis dan stimulan kemandirian masyarakat. Program Posyandu, Karang Taruna, PKK, Forum Anak, hingga Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak tetap menjadi prioritas.

“Pemerintah akan mengupayakan agar usulan masyarakat dapat diakomodasi secara optimal, terutama yang berkaitan langsung dengan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur jalan dan drainase,” imbuhnya.

Hasil Musrenbang Kecamatan Pesantren selanjutnya akan dibawa ke tingkat kota. Gus Qowim berharap forum ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi mampu melahirkan program yang benar-benar berkualitas.

“Harapannya, Musrenbang ini menghasilkan program dan kegiatan yang konkret demi terwujudnya Kota Kediri yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. (atc/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini