Beranda Kediri Raya Dinkes Tulungagung Targetkan Vaksinasi Kejar Penyakit Campak Usai Lebaran

Dinkes Tulungagung Targetkan Vaksinasi Kejar Penyakit Campak Usai Lebaran

1327
Kabid P2P Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setiawan (Foto: Redaksi)

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Tindak lanjut atas kenaikan kasus suspek penyakit campak di awal tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menargetkan program vaksinanasi kejar bisa digelar dalam waktu dekat. Konsolidasi dengan pemerintah pusat juga digelar sebagai langkah awal dan persiapan.

Kabid P2P Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setiawan mengungkapkan bahwa campak merupakan penyakit menular yang menyebar melalui droplet. Meski gejalanya sering kali diawali dengan demam dan munculnya ruam pada kulit, dampak jangka panjangnya harus tetap diwaspadai melalui proteksi sejak dini.

“Imunisasi satu-satunya pencegahan yang bisa digunakan,” sebutnya.

Lebih lanjut, dr Aris menjelaskan bahwa mekanisme kerja vaksin bukan sekadar penyuntikan cairan ke tubuh, melainkan proses pengenalan sistem imun terhadap ancaman virus yang ada di lingkungan sekitar.

“Pemberian vaksin ini tujuannya adalah digunakan untuk memproteksi diri supaya tubuh itu mengenali bahwa di lingkungan sekitar itu ada penyakit atau virus,” paparnya.

Menurut dia, efektivitas vaksin akan terlihat ketika tubuh terpapar oleh virus campak yang sebenarnya. Dengan adanya antibodi yang telah terbentuk melalui imunisasi, tubuh tidak akan memberikan reaksi yang fatal yang justru bisa membahayakan kondisi kesehatan pasien secara drastis.

“Sehingga pada saat tubuh ini ketemu dengan penyakit tersebut, dia tidak akan merespon dengan cara yang berlebihan. Respon yang berlebihan itu kan adalah sakit,” jelasnya.

Meski terjadi kenaikan jumlah suspek yang cukup tinggi di awal tahun ini, pihak Dinkes memberikan kabar baik terkait tingkat fatalitas penyakit tersebut. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya laporan korban jiwa akibat kasus campak di Kabupaten Tulungagung dalam beberapa tahun terakhir.

“Alhamdulillah sampai saat ini ndak ada (temuan fatality rate),” tegasnya.

Sebagai langkah konkret menghadapi lonjakan 38 kasus tersebut, Dinkes Tulungagung kini tengah mematangkan rencana untuk menggelar program imunisasi kejar bagi seluruh balita yang terlewat atau belum mendapatkan dosis vaksin lengkap. Program ini rencananya akan menyasar posyandu-posyandu di seluruh wilayah Tulungagung.

Saat ini, pihak Dinkes masih melakukan pendataan menyeluruh dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan kesiapan stok vaksin. Jika tidak ada kendala dalam proses distribusi, program penguatan imun ini ditargetkan mulai berjalan tepat setelah momentum hari raya.

“Sekarang kita masih proses untuk konsolidasi dengan Kementerian. Termasuk juga logistik, kan logistik juga harus disiapkan. Bismillah, mudah-mudahan setelah lebaran,” katanya.(dit/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini