Beranda Kediri Raya Dokter Anak Ingatkan Ancaman Mikroplastik dan Timbal: Bahaya Laten bagi Masa Depan...

Dokter Anak Ingatkan Ancaman Mikroplastik dan Timbal: Bahaya Laten bagi Masa Depan Anak Indonesia

0
Dokter Spesialis Anak RSUD Kabupaten Kediri, dr. Chasan Ismail, Sp.A., M.Ked. Klin., (Foto. Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Ancaman kesehatan akibat mikroplastik dan timbal kini menjadi persoalan serius di tingkat global. Dokter Spesialis Anak RSUD Kabupaten Kediri, dr. Chasan Ismail, Sp.A., M.Ked. Klin., mengingatkan bahwa paparan zat berbahaya ini merupakan kondisi darurat bagi masa depan anak-anak Indonesia jika tidak segera diantisipasi.

Menurut dr. Chasan, mikroplastik dan timbal sering kali tidak menimbulkan reaksi cepat pada tubuh. Gejala awal yang muncul biasanya tergolong ringan, sehingga sering diabaikan oleh orang tua maupun penderitanya.

“Dalam jangka pendek, dampaknya sulit dilihat. Jika masuk ke saluran pencernaan atau pernapasan, keluhannya sering kali tidak disadari. Namun, paparan jangka panjang sangat berbahaya karena bisa memicu kegagalan organ hingga penyakit kanker,” jelasnya.

Sebab seiring perkembangan zaman, sumber paparan tidak lagi hanya berasal dari kemasan makanan. Berdasarkan penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta laporan terkini, mikroplastik kini telah ditemukan terkontaminasi di udara dan sumber air, terutama di kota-kota besar.

dr. Chasan melihat bahwa hal itu menunjukkan bahwa lingkungan hidup sehari-hari sudah mulai terkontaminasi, sehingga risiko paparan terhadap anak-anak menjadi semakin tinggi melalui pernapasan maupun konsumsi air harian.

Sebagai langkah pencegahan, dr. Chasan memberikan beberapa tips praktis bagi orang tua untuk meminimalisir risiko paparan pada buah hati. Mulai memilih kemasan yang aman, untuk konsumsi susu, penggunaan susu kaleng dinilai lebih aman dibandingkan kemasan tertentu yang rentan migrasi zat kimia.

Selain itu orang tua sangat disarankan untuk tidak menyeduh susu atau makanan anak langsung di dalam wadah plastik menggunakan air panas. Suhu tinggi mempercepat pelepasan partikel mikroplastik dari wadah ke makanan atau minuman.

dr. Chasan juga menyarankan agar sebisa mungkin menghindari mengonsumsi makanan dalam kemasan plastik sekali pakai, terutama yang disajikan dalam kondisi panas. Penggunaan wadah makanan sendiri (bawa dari rumah) jauh lebih aman bagi kesehatan tubuh.

Menutup keterangannya, dr. Chasan menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi setiap asupan nutrisi anak. Sebab dampaknya bersifat jangka panjang dan akumulatif. Orang tua harus memastikan apa yang dimakan anak aman dari paparan plastik.

“Pengawasan ketat diperlukan, minimal untuk mengurangi intensitas paparan zat berbahaya tersebut demi masa depan mereka,” pungkasnya. (far) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini