
TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Dua pekan pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, puluhan ribu pelanggar lalu lintas terjaring di berbagai titik di Tulungagung. Data yang dihimpun menunjukkan terjadi peningkatan jumlah pelanggar tahun ini dibanding tahun lalu.
Operasi ini digelar pada 2 hingga 15 Februari. Tujuannya untuk menciptakan kondisi jelang bulan Ramadhan dan persiapan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila mengungkapkan, dalam dua pekan pelaksanaan operasi, sebanyak 20.522 pelanggar terjaring dari penindakan preventif dan preemtif.
Jumlah itu lebih tinggi dibanding pelanggar pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 12.544 pelanggar.
Adapun hasil penindakan represif tahun ini sebanyak 10.261. Jumlah ini juga terbilang lebih tinggi dibanding tahun lalu yang mencapai 2.405.
“Yang mana hasil yang telah kami perbuat dan direkap itu sekitar 20.522 kegiatan preventif, kemudian 20.522 preemtif, kemudian represif kita ada 10.261,” katanya.
Lalu, jumlah kasus kecelakaan selama Operasi Keselamatan Semeru tahun ini juga lebih tinggi dibanding tahun lalu. Taufik mengatakan, tercatat sebanyak 37 kasus kecelakaan lalu lintas dengan rincian tiga korban meninggal dunia dan 72 korban luka ringan.
Sedangkan jumlah kasus kecelakaan tahun lalu tercatat sebanyak 31 kasus dengan satu korban meninggal dunia dan 59 luka ringan.
“Kemudian untuk korban kecelakaan terdapat 37 kejadian. Korban meninggal tiga orang, untuk luka berat nihil, dan korban luka ringan 72,” bebernya.
Meski tak merinci jumlah pasti, Taufik mengungkapkan bahwa sebagian besar pelanggar yang terjaring adalah pengendara roda dua yang tidak mengenakan helm, di bawah umur, hingga penggunaan knalpot brong.(dit/adr)






























