Beranda Dunia Eskalasi Timur Tengah Makin Tinggi, Trump Gagas 15 Butir Rencana Damai dengan...

Eskalasi Timur Tengah Makin Tinggi, Trump Gagas 15 Butir Rencana Damai dengan Iran

0
Presiden AS Donald Trump memimpin rapat kabinet di Gedung Putih, Washington DC. (Foto. BBC)

Washington, D.C, (KUBUS.ID) – Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran “sangat menginginkan” negosiasi dan bahwa para juru runding Iran telah memberikan AS sebuah “hadiah yang sangat signifikan”. “Hadiah” tersebut berkaitan dengan minyak dan gas serta Selat Hormuz, kata Trump, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Namun, ketua parlemen Iran menepis anggapan adanya pembicaraan.

“Tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS, dan fake news digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta melarikan diri dari kubangan yang menjebak AS dan Israel,” tulis Mohammad Bagher Ghalibaf di media sosial X.

Yang jelas, pesan-pesan memang sedang disampaikan dari AS ke Iran, tapi secara tidak langsung. Pesan-pesan itu disampaikan oleh sejumlah perantara, seperti Pakistan, yang memiliki hubungan baik dengan kedua pemerintahan.

Itu tentu berbeda dengan “negosiasi” formal—penjelasan yang mungkin menjadi alasan mengapa ketua parlemen Iran dan juru bicara militer Iran menampik keras bahwa negosiasi tengah berlangsung.

Kontak tidak langsung memang ada, begitu pula saluran komunikasi antara kedua pihak. Tetapi mencapai sebuah kesepakatan tampaknya masih jauh dari kenyataan.

Contohnya, baru-baru ini mengemuka 15 butir rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang. Proposal itu mencakup komitmen Iran untuk tidak membangun senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz yang sangat strategis. Namun Iran langsung menolak, menurut media Press TV yang dikelola pemerintah Iran.

Mengutip seorang “pejabat senior politik-keamanan” yang tidak disebutkan namanya, media itu memaparkan lima syarat dari Teheran untuk mengakhiri konflik, termasuk pembayaran ganti rugi atas kerusakan.

Syarat-syarat tersebut tidak memiliki kesamaan dengan proposal Trump, yang dipublikasikan oleh media Israel Channel 12 dan dikonfirmasi pejabat AS.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menanggapi pertanyaan seorang reporter terkait 15 butir rencana perdamaian yang bocor ke media.

Leavitt menyebut laporan tersebut “bersifat spekulatif” dan menyatakan bahwa sebagian informasi yang dipublikasikan “tidak sepenuhnya akurat,” meskipun ia mengakui bahwa rencana itu “mengandung unsur kebenaran.”

Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan membahas rincian “kecil” mengenai percakapan yang sedang berlangsung. (BBC/far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini