BLITAR, (KUBUS.ID) – Sebanyak enam hektar lahan cabai di Kota Blitar dilaporkan terserang hama jamur dan bakteri akibat cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menyebabkan hasil produksi menurun dan petani mengalami kerugian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengatakan dari total sembilan hektar lahan cabai yang ada di wilayah tersebut, enam hektar di antaranya terdampak serangan hama.
“Cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang cukup tinggi menjadi faktor utama munculnya jamur dan bakteri. Tanaman cabai sangat rentan terhadap air berlebihan,” kata Dewi saat mengudara di Radio ANDIKA Kediri.
Menurut Dewi, serangan jamur dan bakteri pada tanaman cabai ditandai dengan gejala daun menguning, tanaman layu, hingga buah yang membusuk sebelum masa panen. Kondisi tersebut membuat produktivitas tanaman menurun drastis.
Akibatnya, hasil panen cabai tidak maksimal sehingga petani harus menanggung kerugian karena penurunan produksi. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan berdampak pada kenaikan harga cabai di pasaran akibat berkurangnya pasokan.
Pihak dinas pun mengimbau para petani untuk meningkatkan perawatan tanaman, terutama di musim hujan. Dewi menyarankan penggunaan fungisida serta pengawasan rutin pada tanaman untuk mencegah penyebaran hama semakin meluas.
“Kami mengingatkan petani agar melakukan perawatan lebih intensif, termasuk penyemprotan fungisida sesuai dosis, agar serangan jamur dan bakteri bisa ditekan,” pungkasnya. (far)

































