KEDIRI, (KUBUS.ID) – Menjelang bulan suci Ramadan, harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di Kabupaten Kediri dipastikan aman. Kepastian itu didapat setelah puluhan petugas gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pusat perdagangan di wilayah Pare.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, Kejaksaan, hingga Polres Kediri menyisir tiga titik utama, yakni Pasar Induk Pare, Pasar Pamenang Pare, serta TOP Swalayan Pare. Sejumlah komoditas strategis menjadi sasaran pemantauan, mulai beras, sayuran, daging sapi dan ayam, aneka cabai, hingga bawang merah.
Hasilnya, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Kediri dinilai masih terkendali. Kasubag TU Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas RI, Puspa Dewi, mengapresiasi kondisi pasar yang relatif stabil.
“Dari pantauan di lapangan, harga-harga di Kabupaten Kediri masih stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Pengawasan terus kami lakukan. Jika ada pedagang yang menaikkan harga di atas HET secara tidak wajar, tentu akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih. Ia memastikan stok pangan menjelang Ramadan dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Pasokan bahan pangan masih melimpah. Kami juga terus menjaga kelancaran distribusi agar tidak terjadi gangguan di lapangan,” ujarnya.
Selain pengawasan harga, Pemkab Kediri telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Di antaranya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar secara berkala, Operasi Pasar Mandiri untuk menjaga keseimbangan harga, serta penguatan koordinasi Satgas Pangan guna mencegah penimbunan stok.
Dengan sinergi lintas instansi tersebut, Pemkab Kediri berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sehingga masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan nyaman.(atc/adr)

































