TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Jumlah pasien cuci darah di RSUD dr Iskak Tulungagung terbilang cukup tinggi. Kondisi ini mendorong manajemen rumah sakit milik Pemkab Tulungagung ini berencana mengadakan alat hemodialisa atau alat cuci darah tambahan di tahun ini.
Direktur RSUD dr Iskak, dr Zuhrotul Aini mengungkapkan, dalam sehari jumlah pasien cuci darah mencapai sekitar 100 orang. Sedangkan, ketersediaan alat hemodialisa yang dimiliki RSUD dr Iskak sekitar 35 unit.
Menurut dr Aini, satu alat hemodialisa melayani hingga tiga pasien cuci darah dalam sehari. Sedangkan, waktu yang dibutuhkan seorang pasien untuk melakukan seluruh proses cuci darah mencapai 4-5 jam. Akibatnya, terjadi antrean yang cukup panjang, mengingat banyaknya jumlah pasien dalam sehari.
“Yang operasional 33 sampai 35 (pasien). Satu alat itu kan tiga kali layanan. Jadi kan kalau sehari ya misal (kebutuhan alat) sekitar 90 sampai 100 (pasien) seperti itu,” paparnya.
Pantauan jurnalis ANDIKA Media (Kubus.ID) di lokasi, jumlah antrean pasien di depan pintu ruang hemodialisa di RSUD dr Iskak memang terbilang tinggi. Seperti hari-hari biasanya, keluarga pengantar dan juga pasien antre di tempat yang sudah disedikan yang ada di gedung tengah RSUD dr Iskak.
dr Aini mengatakan bahwa proses cuci darah memang butuh waktu yang cukup panjang. Sebab, prosesnya bukan seperti proses injeksi yang bisa dilakukan sekali. Masih ada sejumlah tahapan atau proses lanjutan yang harus dijalani oleh pasien.
Tingginya jumlah antrean yang disebabkan oleh tingginya jumlah pasien ini dikhawatirkan menyebabkan jadi gangguan kenyamanan pasien. Itu sebabnya, manajemen RSUD dr Iskak Tulungagung berencana menambah jumlah unit alat hemodialisa.
dr Aini menambahkan, pihaknya berencana menambah jumlah alat cuci darah sekitar 40 hingga 50 unit. Dia mentargetkan pengadaan puluhan alat hemodialisa bisa direalisasi di tahun ini.
“Rencananya sekitar 40 sampai 50, ini sedang berproses untuk perencanaannya. Insya Allah tahun ini,” pungkasnya. (dit/adr)































