KEDIRI, KUBUS.ID – Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Kediri Agus Salim menyampaikan kesiapan pemantauan rukyatul hilal menjelang awal Ramadan 1447 Hijriah yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026 sebagai dasar penetapan awal puasa Ramadan.
Kata Agus, tim pemantau sudah dipersiapkan, termasuk peralatan dan koordinasi di lokasi observasi, yakni di MAN 3 Kediri di Kandangan. Pengamatan hilal ini akan menjadi konfirmasi terhadap perhitungan astronomi (hisab) sebelum hasilnya dibahas dalam sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan secara nasional.
Pelaksanaan rukyatul hilal mengacu pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah yang menggabungkan metode hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriyah secara sah.
Di tingkat nasional, Kementerian Agama RI menyelenggarakan pemantauan hilal di banyak titik di seluruh Indonesia. Pada sidang isbat 17 Februari 2026 nanti, data hasil rukyat dan hisab akan dibahas untuk keputusan resmi.
Data hisab terakhir menunjukkan bahwa hilal menjelang akhir bulan Sya’ban diperkirakan berada di bawah ufuk, sehingga secara astronomi belum memenuhi tinggi minimal untuk awal bulan, yaitu sekitar 3 derajat. Oleh karena itu, observasi langsung melalui rukyat menjadi penting untuk keputusan akhir.
Agus juga menyebut bahwa cuaca mendung dan potensi hujan menjadi tantangan utama dalam pemantauan hilal di lapangan. (ikj)
































