Beranda Jawa Timur Kerusuhan di Malang: Massa Bakar Pos Polisi, Aksi Solidaritas Berujung Ricuh

Kerusuhan di Malang: Massa Bakar Pos Polisi, Aksi Solidaritas Berujung Ricuh

1766
Sumber : Jatimtimes

KUBUS.ID – Situasi Kota Malang mencekam usai aksi solidaritas buntut kematian driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan. Sejumlah pos polisi di Malang diduga dibakar massa pada Jumat (29/8/2025) malam. Sejumlah fasilitas yang diduga terdampak antara lain pos polisi di kawasan Kacuk, Sukun, Gadang, MCC, hingga kantor tilang di Jalan Cipto.

Pos polisi di Alun-Alun Kota Malang juga tampak terbakar. Dalam video yang diunggah akun Instagram @azumanokitchin, terlihat api melalap pos polisi Alun-Alun Malang. Api membubung tinggi dan menyebar ke seluruh bangunan.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa dan driver ojol menggelar aksi solidaritas di Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Dari sana, massa kemudian bergeser menuju Mapolresta Malang Kota. Aksi berlangsung panas. Massa menutup jalan di depan Mapolresta Malang Kota, tepatnya di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Arus lalu lintas di kawasan itu pun lumpuh total.

Tak hanya itu, massa juga membakar water barrier di depan Mapolresta. Mereka menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono sempat menemui massa aksi. Ia menegaskan bahwa kasus hukum terkait oknum polisi yang melindas pengemudi ojol tengah diproses. “Proses hukum sedang berjalan, Bapak Kapolri akan menindak tegas tindakan itu,” kata Kombes Pol Nanang.

Namun, jawaban itu tak membuat massa puas. Dialog pun tidak menemukan titik temu hingga suasana kembali memanas. Massa melempar botol air mineral ke arah pagar masuk Mapolresta.

Ketegangan sempat mereda setelah Panglima Divisi 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, tiba di lokasi. Dua perwakilan ojol kemudian masuk bersama Mayjen Susilo untuk berdialog kembali dengan Kapolresta. Meski begitu, hingga pukul 21.00 WIB, massa masih bertahan di depan Mapolresta Malang Kota. Beberapa kali lemparan botol air mineral kembali terjadi.

Situasi makin panas ketika ratusan personel Brimob tiba di lokasi menggunakan kendaraan taktis dan mobil rantis. Sekitar pukul 22.59 WIB, polisi mulai meluncurkan gas air mata untuk membubarkan massa. Ledakan terdengar berkali-kali. Bau gas air mata tercium hingga kawasan Hotel Tychi dan bahkan sampai ke depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Saiful Anwar.

Bentrok massa dan aparat membuat sejumlah orang mengalami luka. Beberapa korban dari massa maupun TNI dibawa ke IGD RSUD dr. Saiful Anwar untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari, suasana masih mencekam. Sejumlah fasilitas di sekitar Polresta Malang Kota dirusak, dibakar, dan dilempari batu. Suara ledakan sesekali juga masih terdengar di tengah aksi massa yang terus berteriak. (jatimtimes.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini