KUBUS.ID – Sekilas, overthinking dan berpikir kritis terlihat mirip. Keduanya sama-sama melibatkan proses berpikir yang mendalam. Namun, dampaknya sangat berbeda. Berpikir kritis membantu kita mengambil keputusan yang tepat, sementara overthinking justru sering membuat kita terjebak dalam kecemasan dan keraguan.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan keduanya?
Apa Itu Overthinking?
Overthinking adalah kondisi ketika seseorang memikirkan sesuatu secara berlebihan hingga menimbulkan stres, cemas, dan sulit mengambil keputusan. Pikiran terus berputar pada kemungkinan buruk, penyesalan masa lalu, atau kekhawatiran yang belum tentu terjadi.
Ciri-ciri overthinking:
- Terlalu lama memikirkan satu masalah kecil
- Sulit tidur karena pikiran tidak berhenti
- Takut mengambil keputusan
- Fokus pada kemungkinan terburuk
- Sering menyalahkan diri sendiri
Alih-alih menemukan solusi, overthinking justru menguras energi mental.
Apa Itu Berpikir Kritis?
Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis informasi secara objektif, rasional, dan logis sebelum mengambil keputusan. Tujuannya adalah mencari solusi terbaik berdasarkan fakta, bukan emosi.
Ciri-ciri berpikir kritis:
- Mengumpulkan informasi sebelum menyimpulkan
- Mempertimbangkan berbagai sudut pandang
- Fokus pada solusi
- Tidak mudah terpengaruh asumsi
- Tetap tenang saat menghadapi masalah
Berpikir kritis membantu kita berkembang dan membuat keputusan yang lebih bijak.
Perbedaan Overthinking dan Berpikir Kritis
| Aspek | Overthinking | Berpikir Kritis |
| Fokus | Ketakutan & kemungkinan buruk | Fakta & solusi |
| Emosi | Cemas, panik | Tenang, rasional |
| Hasil | Stres, ragu | Keputusan jelas |
| Durasi | Berlarut-larut | Efisien & terarah |
Intinya, overthinking berputar tanpa arah, sedangkan berpikir kritis bergerak menuju solusi.
Mengapa Overthinking Berbahaya?
Jika dibiarkan, overthinking bisa menyebabkan:
- Gangguan tidur
- Stres kronis
- Penurunan produktivitas
- Gangguan kecemasan
- Kepercayaan diri menurun
Overthinking juga sering membuat seseorang kehilangan peluang karena terlalu takut mengambil langkah.
Cara Mengubah Overthinking Menjadi Berpikir Kritis
1. Batasi Waktu Berpikir
Tentukan batas waktu untuk memikirkan suatu masalah, misalnya 15–30 menit.
2. Tulis Pikiran Anda
Menuliskan kekhawatiran membantu memilah mana yang fakta dan mana yang asumsi.
3. Fokus pada Hal yang Bisa Dikontrol
Alihkan energi ke tindakan nyata, bukan skenario yang belum tentu terjadi.
4. Gunakan Pertanyaan Rasional
Tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah ini fakta atau asumsi?
- Apa bukti nyata dari kekhawatiran ini?
- Apa solusi paling realistis?
Bijak Mengelola Pikiran
Berpikir itu penting, tetapi berpikir berlebihan bisa melelahkan. Perbedaan utama antara overthinking dan berpikir kritis terletak pada arah dan kendali. Jika pikiran membuat Anda semakin cemas tanpa solusi, itu overthinking. Jika pikiran membantu menemukan jalan keluar, itu berpikir kritis.
Kendalikan pikiran sebelum pikiran mengendalikan Anda.






























