Beranda Nasional Pemerintah Akan Hadirkan Kredit Murah Lewat Kopdes Merah Putih, Bunganya ditekan Hingga...

Pemerintah Akan Hadirkan Kredit Murah Lewat Kopdes Merah Putih, Bunganya ditekan Hingga 6%

225
Dua orang petugas berjaga di Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta. (Foto. Bisnis.com)

JAKARTA, (KUBUS.ID) – Presiden Prabowo Subianto menginginkan bunga pinjaman Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih dapat ditekan hingga 6% per tahun.

Prabowo menjelaskan bahwa saat ini masih terjadi ketimpangan suku bunga pinjaman dengan kredit mikro bagi masyarakat kecil masih berada pada kisaran 24%, sedangkan pengusaha besar memperoleh pembiayaan dengan bunga jauh lebih rendah, yakni sekitar 9%—12%.

Oleh karena itu, dia berharap keberadaan 80.000 KopDes Merah Putih akan menyediakan akses kredit murah bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“Jadi sekarang dengan Koperasi Merah Putih, kami akan siapkan kredit murah,” kata Prabowo dikutip dari BISNIS.COM pada Jumat, (27/03).

Untuk itu, dia menegaskan bahwa bunga pinjaman KopDes Merah Putih harus lebih rendah dari kredit mikro yang ada saat ini, bahkan ditargetkan bisa mencapai 6% per tahun.

“Nanti Koperasi Merah Putih harus di bawah itu, kalau perlu [bunga pinjaman] 6% setahun. Bisa,” lanjutnya.

Prabowo menilai pengembangan KopDes Merah Putih dalam skala besar merupakan langkah terobosan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Adapun, pemerintah menargetkan pembangunan 80.000 KopDes Merah Putih dalam satu tahun, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti gudang dan cold storage. Meski demikian, hingga saat ini realisasi pembentukan koperasi tersebut baru mencapai sekitar 30.000 unit.

Menurutnya, pembangunan KopDes Merah Putih akan menjadi tonggak penting yang berpotensi menjadi studi kasus bagi banyak negara. Dia menegaskan, kehadiran koperasi ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kondisi ekonomi petani, khususnya dalam mengakses pembiayaan.

Prabowo mengungkapkan, selama ini petani kerap terjerat pinjaman rentenir karena kebutuhan mendesak di masa tanam hingga panen yang bisa mencapai 120 hari. Kondisi tersebut membuat petani tidak memiliki pilihan selain meminjam dengan bunga tinggi.

“Karena petani ini kan dia 120 hari baru panen, dan di dalam 120 hari kadang-kadang istrinya sakit, jadi dia perlu pinjam uang. Dia pinjam uang dari siapa? Dari rentenir, dan rentenir itu ngeri [bunga tinggi],” tuturnya.

Dia menilai praktik bunga tinggi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan ekonomi yang harus segera dihentikan melalui kehadiran koperasi.

“Saya tanya jadi gimana caranya, Pak? Harus ada koperasi,” tandas Prabowo. (far) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini