KEDIRI, (KUBUS.ID) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terus mengintensifkan pemantauan kondisi kesehatan calon jemaah haji (CJH) menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan optimal.
Berdasarkan data terbaru, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri telah memeriksa sebanyak 1.333 calon jemaah haji. Dari jumlah tersebut, terdiri dari 612 jemaah laki-laki dan 704 jemaah perempuan, dengan rentang usia yang cukup variatif, yakni antara 17 hingga 104 tahun.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan, ditemukan sejumlah kategori risiko pada jemaah. Tercatat sebanyak 309 jemaah masuk kategori risiko tinggi, 359 jemaah risiko tinggi ringan, 255 jemaah risiko tinggi sedang, dan 410 jemaah lainnya dalam kategori risiko tinggi. Data ini menjadi perhatian serius bagi tim kesehatan dalam melakukan pengawasan dan pendampingan.
Adapun berdasarkan diagnosis penyakit, kondisi terbanyak yang dialami calon jemaah haji adalah hiperkolesterolemia atau kadar kolesterol tinggi yang mencapai 281 jemaah. Selain itu, terdapat 10 jemaah dengan diabetes yang memerlukan insulin, serta 126 jemaah dengan diabetes tanpa insulin. Penyakit lain yang juga cukup dominan adalah hipertensi tanpa penyebab medis spesifik sebanyak 347 jemaah.
Tak hanya itu, penyakit jantung juga menjadi perhatian, dengan 94 jemaah terdiagnosis gangguan jantung dan 34 jemaah lainnya mengalami kondisi jantung lemah. Kondisi ini menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan untuk memberikan perhatian khusus dan penanganan intensif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai.
“Kami akan melakukan pemantauan kesehatan sejak sebelum keberangkatan, saat di Tanah Suci, hingga para jemaah kembali ke tanah air. Untuk jemaah dengan kondisi kesehatan serius, akan kami lakukan pengawasan ekstra,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jemaah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis.
Sementara itu, calon jemaah haji asal Kabupaten Kediri dijadwalkan berangkat dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 109, 110, 111, dan 112. Untuk Kloter 109, 110, dan 111 akan diberangkatkan pada 19 Mei 2026, sedangkan Kloter 112 dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, diharapkan seluruh calon jemaah haji asal Kabupaten Kediri dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan selamat.(atc)
































