
KEDIRI, (KUBUS.ID) – Suasana hangat dan penuh keberkahan menyelimuti Kota Kediri pasca-perayaan Idulfitri 1447 H. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang akrab disapa Mbak Wali, melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kota Kediri pada Senin (23/3/2026).
Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat sinergi antara umaro (pemerintah) dan ulama demi kemajuan kota Kediri.
Kunjungan silaturahmi itu diawali dengan mendatangi kediaman para kiai sepuh yang selama ini menjadi pilar penjaga ketenteraman di Kota Kediri. Beberapa titik kunjungan utama meliputi : Pondok Pesantren Lirboyo : Bersilaturahmi ke kediaman KH. Anwar Manshur dan KH. Kafabihi Mahrus.
Pondok Pesantren Salafiyyah Bandar Kidul : Mengunjungi KH. Ahmad Sholeh Abdul Jalil dan KH. Abu Bakar Abdul Jalil. Pondok Pesantren Assa’idiyyah Jamsaren : Bertemu dengan KH. Anwar Iskandar. Kediaman Tokoh Masyarakat : Mbak Wali dan Gus Qowim juga berkesempatan mengunjungi Ibu Dahlia Ishaq, istri dari almarhum Samsul Ashar (Wali Kota Kediri periode 2009-2014).
Pada kesempatan tersebut, Mbak Wali menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah serta permohonan maaf lahir dan batin secara langsung kepada para tokoh agama. Ia menekankan bahwa peran ulama sangat krusial dalam menciptakan keseimbangan pembangunan fisik dan spiritual di Kota Kediri.
“Saya beserta seluruh jajaran Forkopimda hadir untuk memperkuat sinergi. Apabila pemerintah dan para ulama berjalan beriringan, saya percaya Kota Kediri tidak hanya akan menjadi kota yang maju, tetapi juga kota yang berkah dan agamis,” ujar Mbak Wali.
Ia menambahkan bahwa keseimbangan tersebut merupakan kunci untuk menjadikan Kota Kediri sebagai wilayah yang aman, tenang, dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain bersilaturahmi, Mbak Wali juga memohon doa serta arahan dari para ulama agar jalannya pemerintahan di Kota Kediri selalu dalam rida Allah SWT.
“Kami memohon doa dan pandangan dari para ulama untuk kebaikan masyarakat. Semoga ke depan kita dapat terus bersama-sama membangun Kota Kediri menjadi kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.
Kegiatan ini menutup rangkaian agenda formal Idulfitri dengan pesan kuat mengenai pentingnya persatuan antara pemimpin daerah, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas serta keharmonisan di Kota Kediri. (atc)































