MALANG (KUBUS.ID) – Seorang pria yang ditemukan tak bernyawa di alas Coban Manan, Pujon, Malang pada Minggu siang(19/1/2016), hingga kini belum teridentifikasi. Kata AKP Joko Suprianto, Kasat Reskrim Polres Batu, identifikasi melalui sidik jari dan koordinasi dengan Dispendukcapil belum membuahkan hasil. Polisi menduga korban belum pernah melakukan perekaman e-KTP.
“Pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar jam 11.45 WIB, kami telah menemukan orang meninggal dunia yang diawali dari para saksi di TKP, yaitu para petani, atau para pengambil rumput di petak 101 milik Perhutani RPH Pujon selatan. Pada saat saksi menemukan jenazah tersebut, sudah dipastikan meninggal dunia. TKP ini merupakan hutan lindung. Dimana saat titik nol batas terakhir desa menuju TKP ditemukan jenazah, perjalanan hampir 1,5 km dan harus ditempuh jalan kaki. Kalaupuan naik motor, harus spek trail,” jelas AKP Joko.
Satreskrim Polres Batu masih memeriksa sejumlah saksi maupun menelusuri rekaman kamera CCTV. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter ahli, korban diperkirakan meninggal sekitar 2 hari sebelum ditemukan. Kondisi tubuh masih utuh dan belum ada perubahan. Polisi tidak menemukan barang bukti di lokasi, selain patahan dahan pohon tepat di atas posisi jenazah. Hasil visum luar menunjukkan adanya luka baret pada punggung dan dada, namun belum ditemukan indikasi kekerasan. Penyebab kematian masih menunggu hasil visum lanjutan dan autopsi tim forensik.
Sebelumnya, jenazah pria tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa baju dan hanya mengenakan celana panjang warna cokelat. Ciri-ciri korban antara lain berambut ikal panjang, dua gigi seri atas agak menonjol, berkulit sawo matang, tinggi badan sekitar 170 cm dan diperkirakan berusia 40 tahun. Hingga kini, jenazah masih berada di RS Hasta Brata Kota Batu.(stm)

































