“Bukan berarti ada masalah terhadap pasokan BBM. Sebagaimana yang terus kita sampaikan bahwa insyaallah pasokan BBM tidak ada masalah, pasokan BBM aman,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Dia mengatakan dengan adanya kebijakan ini diharapkan bisa lebih efisien. Saat ini, pemerintah masih merumuskan kebijakan tersebut.
“Tetapi kita ingin menjadikan momentum ini bagian dari untuk kita mengoreksi diri, memperbaiki diri, mengefisienkan diri dan mungkin dalam waktu dekat rumusan kebijakan itu akan kita finalkan dan kita sampaikan kepada masyarakat,” tuturnya.
Mengutip Kompas.com, menurut Prasetyo, WFH ini akan diberlakukan untuk sektor tertentu. Ada kemungkinan WFH tidak akan diberlakukan di sektor pelayanan publik. “Jadi supaya tidak disalahpahami bahwa misalnya sektor yang berbentuk pelayanan, sektor industri, perdagangan tentu itu kan mungkin tidak menjadi bagian dari kebijakan-kebijakan tersebut. Makanya minta waktu untuk itu kita matangkan,” tuturnya. Diketahui, pemerintah akan menerapkan skema WFH bagi pegawai aparatur sipil negara (ASN) hingga pekerja swasta.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengumumkan kebijakan ini sedang disiapkan guna merespons tingginya harga minyak dunia imbas perang di Kawasan Timur Tengah. “Terkait dengan kajian bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home,” kata Airlangga usai melakukan rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Airlangga merincikan teknis untuk kebijakan WFH ini sedang disiapkan pemerintah. Pemerintah merencanakan WFH dapat dilakukan para pekerja selama satu hari dalam satu minggu.(eko)
































