Beranda Gaya Hidup Resign di Usia 20-an: Nekat atau Strategis?

Resign di Usia 20-an: Nekat atau Strategis?

4

KUBUS.ID – Di usia 20-an, resign sering dianggap berani. Atau justru sembrono. Ada yang bilang, “Masih muda, coba saja.” Ada juga yang bilang, “Jangan gegabah, cari aman dulu.” Lalu sebenarnya, resign di usia 20-an itu nekat atau strategis?

Kenapa Banyak Anak Muda Ingin Resign?

Beberapa alasannya:

  • Lingkungan kerja toxic
  • Tidak berkembang
  • Gaji tidak sesuai
  • Tidak sesuai passion
  • Burnout berkepanjangan

Keinginan resign sering muncul bukan karena malas, tapi karena lelah secara mental.

Resign Tanpa Rencana = Nekat

Kalau resign hanya karena emosi sesaat tanpa persiapan finansial atau rencana berikutnya, itu bisa jadi keputusan impulsif. Hal yang perlu dipertimbangkan:

  • Tabungan minimal 3–6 bulan
  • Skill yang bisa dijual
  • Jaringan profesional
  • Rencana konkret setelah resign

Resign bukan soal lari dari masalah, tapi pindah ke peluang yang lebih baik.

Resign dengan Strategi = Investasi

Kalau kamu:

  • Sudah punya rencana karier jelas
  • Sudah menyiapkan dana darurat
  • Ingin pindah ke bidang yang lebih berkembang
  • Butuh lingkungan yang lebih sehat

Maka resign bisa jadi langkah strategis. Usia 20-an memang fase eksplorasi. Tapi tetap perlu perhitungan.

Jangan Resign Karena Ikut-Ikutan

Setiap orang punya kondisi berbeda. Jangan resign karena melihat orang lain sukses setelah keluar dari pekerjaannya.Tanya pada diri sendiri:
“Aku resign untuk lari, atau untuk naik level?”

Jawaban itu yang menentukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini