KEDIRI, (KUBUS.ID) – Setahun sudah duet kepemimpinan Vinanda Prameswati–Qowimuddin menakhodai Kota Kediri. Momentum itu ditandai apel pagi bersama ASN Pemkot Kediri, Senin (23/2). Bukan sekadar seremoni. Ini jadi panggung refleksi sekaligus ancang-ancang tancap gas di tahun kedua.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati atau akrab disapa Mbak Wali, mengingat kembali momen pelantikannya bersama Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin (Gus Qowim) pada 20 Februari tahun lalu.
“Tidak terasa sudah setahun kami menjalankan amanah. Percepatan sudah kita lakukan di berbagai sektor. Tapi jangan cepat puas. Tantangan ke depan masih banyak,” tegasnya di hadapan peserta apel.
Ia memberi kredit penuh pada loyalitas dan soliditas perangkat daerah. Menurutnya, capaian yang diraih bukan kerja satu-dua orang, melainkan buah sinergi dan kultur pelayanan yang terus dijaga.
Tiga Jurus Turunkan Kemiskinan
Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Wali Kota termuda ini menegaskan bahwa fokus utama pemerintah akan diarahkan pada penurunan angka kemiskinan melalui tiga strategi besar.
Pertama, peningkatan kualitas layanan dasar.
Kesehatan dan pendidikan diposisikan sebagai fondasi. Akses harus makin mudah, mutu tak boleh turun. Gotong royong lintas perangkat daerah ditekankan agar standar layanan tetap terjaga dan menjangkau seluruh lapisan warga.
Kedua, perkuat UMKM dan ekonomi kreatif.
Sektor kerakyatan dipacu lewat pelatihan wirausaha, pendampingan intensif, hingga pembukaan akses pasar. Salah satu inovasi yang disorot adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai etalase produk unggulan lokal.
Pendampingan UMKM, tegasnya, bukan hanya tugas Dinas Koperasi. Semua OPD harus ikut urun tangan agar pasar UMKM Kediri makin luas dan naik kelas.
Ketiga, proteksi sosial dan infrastruktur rakyat.
Intervensi langsung tetap jalan. Mulai bansos dan jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu, beasiswa untuk memutus rantai kemiskinan, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Pembangunan fisik harus terasa manfaatnya, terutama bagi wong cilik.
Di ujung arahannya, Mbak Wali mengingatkan satu hal: presisi. Perencanaan hingga realisasi anggaran wajib tepat sasaran, tepat guna, dan tepat manfaat.
“Menurunkan kemiskinan butuh gotong royong semua pihak. Kalau ingin Kota Kediri maju, kita harus kompak,” tandasnya.
Peringatan satu tahun ini menjadi titik balik bagi Pemkot Kediri untuk bekerja lebih keras lagi demi mewujudkan visi Kota Kediri yang lebih sejahtera dan mandiri.(atc/adr)

































