KUBUS.ID – Di tengah tuntutan hidup yang semakin tinggi—target kerja, ekspektasi keluarga, standar media sosial—banyak orang terlalu keras pada dirinya sendiri. Kesalahan kecil terasa seperti kegagalan besar. Kritik dari orang lain mudah melekat, sementara apresiasi terhadap diri sendiri sering terlupakan.
Di sinilah self-compassion atau welas asih terhadap diri sendiri menjadi penting. Self-compassion bukan berarti memanjakan diri atau mencari pembenaran atas kesalahan, melainkan kemampuan memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan, pengertian, dan empati saat menghadapi kegagalan atau kesulitan.
Apa Itu Self-Compassion?
Self-compassion adalah sikap menerima diri secara utuh—baik kelebihan maupun kekurangan—tanpa menghakimi secara berlebihan. Konsep ini terdiri dari tiga komponen utama:
1. Self-Kindness (Berbaik Hati pada Diri Sendiri)
Alih-alih menyalahkan diri dengan kalimat seperti “Aku memang selalu gagal”, ubahlah menjadi “Aku sedang belajar, wajar jika belum sempurna.”
2. Common Humanity (Menyadari Semua Orang Pernah Gagal)
Kita sering merasa sendirian dalam kesulitan. Padahal, kegagalan adalah bagian dari pengalaman manusia. Menyadari bahwa orang lain juga pernah jatuh membantu kita merasa lebih terhubung dan tidak terisolasi.
3. Mindfulness (Kesadaran Penuh)
Mengakui emosi negatif tanpa menekan atau melebih-lebihkannya. Kita menerima perasaan sedih, kecewa, atau marah dengan kesadaran yang seimbang.
Mengapa Self-Compassion Penting?
Banyak orang mengira bahwa bersikap keras pada diri sendiri akan membuat lebih sukses. Faktanya, kritik berlebihan justru meningkatkan stres, kecemasan, bahkan burnout.
Self-compassion membantu:
- Menurunkan tingkat stres dan overthinking
- Meningkatkan kepercayaan diri secara sehat
- Mempercepat pemulihan dari kegagalan
- Membantu pengambilan keputusan lebih jernih
- Menjaga kesehatan mental dalam jangka panjang
Ketika kita berdamai dengan diri sendiri, energi tidak lagi habis untuk menyalahkan diri, melainkan untuk memperbaiki dan bertumbuh.
Tanda Anda Terlalu Keras pada Diri Sendiri
- Sulit menerima kritik
- Terus mengingat kesalahan masa lalu
- Perfeksionis berlebihan
- Merasa tidak pernah cukup
- Takut mencoba hal baru karena takut gagal
Jika beberapa poin ini terasa familiar, mungkin sudah saatnya melatih self-compassion.
Cara Melatih Self-Compassion
1. Ubah Dialog Internal
Perhatikan bagaimana Anda berbicara pada diri sendiri. Jika kata-kata itu tidak akan Anda ucapkan kepada teman, jangan ucapkan pada diri sendiri.
2. Tulis Surat untuk Diri Sendiri
Bayangkan Anda sedang menenangkan sahabat yang sedang gagal. Tuliskan kata-kata dukungan tersebut untuk diri sendiri.
3. Izinkan Diri untuk Tidak Sempurna
Tidak semua hal harus berjalan sempurna. Progres kecil tetaplah kemajuan.
4. Latih Mindfulness
Luangkan waktu 5–10 menit untuk bernapas dalam dan menyadari emosi tanpa menghakimi.
5. Rayakan Pencapaian Kecil
Sering kali kita hanya fokus pada kekurangan. Padahal, menghargai langkah kecil dapat meningkatkan motivasi.
Berdamai Bukan Berarti Menyerah
Self-compassion bukan tanda kelemahan. Justru dari penerimaan diri lahir ketahanan mental (resilience). Orang yang mampu berdamai dengan dirinya sendiri cenderung lebih stabil secara emosional, lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan lebih sehat dalam membangun hubungan dengan orang lain.
Ingat, Anda adalah manusia yang terus belajar. Tidak sempurna bukan berarti tidak berharga. Kadang, langkah pertama menuju pertumbuhan adalah berhenti menghakimi diri sendiri.

































