KEDIRI, (KUBUS.ID) – Menjelang Idulfitri 1447 H, Perum Bulog Cabang Kediri memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman, bahkan surplus di tengah meningkatnya masa panen.
Saat ini, stok beras di gudang Bulog Kota Kediri tercatat mencapai 24.000 ton. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring tingginya penyerapan hasil panen petani lokal. Meski penyerapan meningkat, Bulog telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk membatasi penyerapan mulai 18 Maret guna menjaga stabilitas sirkulasi stok.
Dari sisi kebutuhan, konsumsi beras masyarakat Kota Kediri diperkirakan sekitar 685 ton untuk dua bulan, meningkat 21 persen dibanding tahun lalu. Dengan stok puluhan ribu ton, kondisi ini menunjukkan surplus yang sangat besar. Ketersediaan beras pun dipastikan aman, tidak hanya hingga Idul Fitri, tetapi juga untuk beberapa bulan ke depan.
Kepala Perum Bulog Cabang Kediri, Harisun, mengatakan pihaknya juga melakukan langkah pengendalian agar tidak terjadi kelebihan stok. Salah satunya dengan mengirim 1.000 ton beras ke Papua untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di wilayah tersebut.
“Stok kita saat ini mencapai 24 ribu ton, sementara kebutuhan masyarakat Kediri hanya ratusan ton setiap dua bulan. Artinya, kita mengalami surplus besar. Karena itu, kami kirim 1.000 ton ke Papua agar tidak terjadi penumpukan di gudang,” jelas Harisun.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
“Kami pastikan ketersediaan beras di Kota Kediri sangat aman dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak perlu khawatir,” pungkasnya.
Dengan stok yang melimpah dan distribusi yang terjaga, stabilitas harga serta ketersediaan beras di tingkat konsumen diharapkan tetap terkendali dalam jangka waktu yang cukup panjang.(sof/adr)

































