Beranda Kediri Raya Temuan SPPG Mepet Kandang Ternak, BGN Tulungagung Segera Evaluasi

Temuan SPPG Mepet Kandang Ternak, BGN Tulungagung Segera Evaluasi

97
Temuan SPPG Mepet Kandang Ternak, BGN Tulungagung Segera Evaluasi (Redaksi)

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Menindaklanjuti kasus dugaan keracunan menu MBG di SDN 3 Bungur pada Selasa (10/2) lalu, BGN Wilayah Tulungagung juga mendalami laporan SPPG pemasok menu MBG di sekolah tersebut yang diduga tak memenuhi standar higienitas.

Koordinator BGN Wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika, menerangkan SPPG Bungur sebagai pemasok MBG di SDN 3 Bungur belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“SPPG-nya ini memang SLHS belum ada, karena kan baru running juga kurang dari dua bulan, baru mau dua bulan. Ketika (pendaftaran) SLHS manual itu juga sudah ditutup kan, terakhir November,” sebutnya.

Disinggung soal kejadian yang menimpa puluhan siswa SDN 3 Bungur, Sebrina mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu hasil analisis. Sementara itu, sampel muntahan siswa dan sampel menu makanan pada Selasa lalu juga masih dalam proses uji laboratorium.

“(Evaluasi) sekalian. Nggak hanya IKL,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, BGN mendapati bahwa SPPG yang dimaksud menyajikan salah satu menu yang masuk dalam kategori rawan menurut BGN pusat, yakni menu ayam suwir.

Untuk diketahui, BGN pusat mengategorikan jenis menu ke dalam menu rawan penurunan kualitas. Di antaranya ayam suwir, mi, bihun, tauge, soto, capcay, nasi goreng, nasi kuning, hingga nasi uduk.

Lalu, saat ditanya soal laporan yang menyebutkan bahwa SPPG yang dimaksud berdempetan dengan kandang kambing, Sebrina menegaskan bahwa hal ini tidak dibenarkan. Alasannya, salah satu syarat pendirian dapur SPPG adalah dapur tidak berdekatan dengan area cemaran, seperti limbah ternak.

“Itu harusnya tidak diperkenankan. Karena kan di salah satu syarat pembangunan dapur itu ada tidak dekat dengan area cemaran, pencemaran limbah. Jadi contohnya kayak tempat pembuangan sementara atau kandang itu tidak diperkenankan,” ujarnya.

Dia memastikan bahwa hal ini menjadi bahan evaluasi untuk selanjutnya dijadikan rujukan ke BGN pusat. Informasi terakhir yang dihimpun, operasional SPPG Bungur ditutup sementara hingga hasil evaluasi dan pemeriksaan sampel rampung.(dit/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini