Beranda Kediri Raya Volume Kendaraan di Tulungagung Capai 15 Ribu Unit Per Jam, Jumlah Kecelakaan...

Volume Kendaraan di Tulungagung Capai 15 Ribu Unit Per Jam, Jumlah Kecelakaan Ikut Meningkat

5

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) Selama rentang waktu pelaksanaan operasi 13 hingga 25 Maret lalu, jajaran Polres Tulungagung menggelar ribuan tindakan preventif guna menekan angka fatalitas di jalan raya. Selain pengawasan arus, petugas juga mencatat sejumlah kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di lebaran tahun ini.

“Untuk hasil preventif yang Satlantas lakukan ada 11.431 kegiatan. Kemudian untuk jumlah korban kecelakaan yaitu sekitar 28 orang, dengan rincian korban meninggal dunia tiga orang dan korban luka ringannya 50 orang, sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp 27 juta,” jelas Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila.

Terkait pergerakan kendaraan, Taufik menyebutkan adanya kepadatan yang cukup signifikan di jalur utama, terutama di wilayah utara yang menjadi pintu masuk kendaraan dari luar kota. Berdasarkan hitungan petugas di lapangan, intensitas kendaraan yang melintas setiap jamnya menunjukkan angka yang cukup tinggi untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Hasil analisa Ops Ketupat kemarin memang cenderung lebih lancar dibanding tahun lalu. Namun untuk volume kendaraan yang kami hitung, per jamnya di jalan utara itu sekitar 3.109 unit roda dua dan 2.044 unit roda empat,” paparnya.

Secara akumulatif, total kendaraan yang lalu-lalang di seluruh wilayah Tulungagung mencapai sekitar 15 ribu unit per jam. Walaupun angka ini menunjukkan tren kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pihak kepolisian mengeklaim bahwa titik-titik kemacetan krusial masih dalam batas yang bisa dikendalikan oleh personel di lapangan.

“Memang dibanding dengan tahun lalu jumlah kendaraan yang masuk ada peningkatan, tetapi untuk titik kemacetan alhamdulillah bisa kita tanggulangi karena hasil anev kami untuk kepadatan arus itu hanya terjadi di Jetakan dan Cuiri, itu pun hanya berlangsung pada sore hari,” tandasnya.

Di sisi lain, kondisi berbeda justru terlihat di Jalur Lintas Selatan (JLS) yang biasanya menjadi primadona saat musim liburan. Selama pelaksanaan operasi kali ini, kawasan wisata pantai di pesisir selatan Tulungagung terpantau cenderung sepi dari kunjungan wisatawan. Hal ini berbanding lurus dengan landainya arus lalu lintas yang menuju ke arah selatan.

“Di simpul JLS sama sekali tidak ada kepadatan. Dan memang kemarin kita cek di (Pantai) Gemah, Pantai Popoh, sampai ke (Pantai) Midodarem memang sedikit yang berwisata ke sana,” bebernya.

Taufik menambahkan, perubahan tren kunjungan wisata ini kemungkinan dipicu oleh perubahan pola aktivitas masyarakat pada masa lebaran tahun ini. Sebagian besar warga lebih memilih untuk melakukan aktivitas di area perkotaan dibandingkan menghabiskan waktu di lokasi wisata pesisir.

“Untuk lebaran ini banyak masyarakat yang berlalu-lalang untuk silaturahmi di wilayah kota saja,” kata dia. (dit/ayu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini