KEDIRI, KUBUS.ID – Warga Jawa Timur, khususnya Kabupaten Kediri, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring peralihan dari musim hujan ke kemarau. Dalam beberapa hari ke depan, cuaca ekstrem diperkirakan memicu hujan lebat hingga sangat lebat, angin puting beliung, petir, banjir, dan tanah longsor.
Peringatan ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kepada BPBD di seluruh Jawa Timur sebagai langkah antisipasi dini.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, mengatakan potensi cuaca ekstrem mencakup seluruh wilayah di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Kediri yang tergolong rawan bencana hidrometeorologi.
“Cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga sepekan ke depan dan perlu diwaspadai bersama. Upaya pengurangan risiko bencana penting untuk menjaga keselamatan masyarakat. Kami mengimbau warga rutin memantau kondisi lingkungan sekitar,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Kediri juga mengintensifkan patroli kewilayahan sebagai langkah antisipasi. Pengawasan difokuskan di lima kecamatan di wilayah barat Sungai Brantas, yakni Mojo, Semen, Banyakan, Grogol, dan Tarokan.
“Meski fokus di wilayah rawan, seluruh daerah tetap dalam pemantauan. Kami juga terus menyampaikan informasi langsung kepada masyarakat agar kewaspadaan meningkat,” tambahnya.
Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG serta segera melapor jika menemukan potensi bencana. Kesiapsiagaan bersama diharapkan dapat meminimalkan dampak cuaca ekstrem.(atc/adr)































