Beranda Kediri Raya Waspadai Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Kediri Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan dan Lakukan...

Waspadai Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Kediri Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan dan Lakukan Langkah Mitigasi Mandiri

1

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Kediri dalam beberapa pekan terakhir memicu puluhan insiden pohon tumbang hingga kerusakan rumah warga, mulai dari rusak ringan hingga parah.

Menanggapi situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri memperketat pengawasan dan meminta masyarakat meningkatkan langkah mitigasi mandiri.

Berdasarkan data BPBD, wilayah Kecamatan Kota menjadi titik paling rawan. Pada 28 Maret lalu, tercatat 24 pohon tumbang dan puluhan rumah rusak. Tren ini berlanjut pada 3 April dengan 17 titik pohon patah dan puluhan atap rumah (mayoritas berbahan galvalum) mengalami kerusakan di wilayah Kaliombo, Ngronggo, dan Manisrenggo.

Hasil pemetaan BPBD menunjukkan bahwa kerusakan parah banyak terjadi pada bangunan yang berdekatan dengan tanah kosong atau area terbuka luas (wide space). Kondisi ini menyebabkan angin bergerak dengan kecepatan tinggi tanpa penghalang, sehingga langsung menghantam struktur bangunan.

Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, menegaskan bahwa personelnya disiagakan penuh untuk merespons dampak bencana hidrometeorologi yang diprediksi masih mengancam kedepannya.

“BPBD siap 24 jam untuk memonitor setiap insiden. Fokus kami adalah memberikan pelayanan prima dan penanganan cepat di lapangan agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total akibat bencana ini,” ujar Joko.

Selain kesiagaan petugas, BPBD menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam meminimalisir risiko (mitigasi struktural). Masyarakat diimbau untuk tidak hanya mengandalkan petugas, tetapi juga peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Warga bisa melakukan pemangkasan atau perabasan dahan pohon secara mandiri di lingkungan masing-masing untuk mengurangi beban pohon saat diterjang angin kencang. Kemudian Saat hujan deras disertai angin, pengendara sangat dilarang berteduh di bawah pohon besar atau baliho karena risiko roboh yang tinggi, selain itu bagi pemilik bangunan di dekat lahan kosong diimbau lebih waspada terhadap kekuatan struktur atap mereka.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Lakukan perabasan mandiri sebagai langkah awal minimalisir pohon patah. Jika sedang di jalan dan hujan turun, jangan memaksakan berteduh di bawah pohon atau baliho yang berisiko,” pungkas Joko.(sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini