Beranda Kediri Raya 11.944 Pelanggar Lalu Lintas di Tulungagung Terjaring Operasi Keselamatan Semeru 2026

11.944 Pelanggar Lalu Lintas di Tulungagung Terjaring Operasi Keselamatan Semeru 2026

25
11.944 Pelanggar Lalu Lintas di Tulungagung Terjaring Operasi Keselamatan Semeru 2026 (Foto: Polres Tulungagung)

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Ribuan pelanggar lalu lintas di Tulungagung terjaring Operasi Keselamatan Semeru 2026. Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila, mengungkapkan bahwa operasi ini digelar selama periode 2 hingga 8 Februari lalu. Usai pelaksanaan, Polri menggelar anev guna memastikan sejauh mana dampak operasi ini.

Hasilnya, sebanyak 11.944 pelanggaran lalu lintas tercatat dari hasil penindakan preemtif. Lalu, sebanyak 5.972 pelanggaran tercatat dari hasil penindakan represif.

AKP Taufik menambahkan, sesuai dengan instruksi Korlantas Polri, juga digelar evaluasi atas penerapan ETLE atau penegakan hukum melalui tilang secara elektronik di lapangan. Hasilnya, didapati pelanggaran yang terekam sebanyak 767.

“Karena memang sesuai dengan instruksi Korlantas mengedepankan ETLE. Yang tertangkap ETLE itu sekitar 767 pelanggaran,” bebernya.

Lalu, juga digelar penindakan tilang secara manual yang difokuskan pada pelanggaran kasat mata, seperti penggunaan knalpot tak sesuai standar atau knalpot brong, serta tidak mengenakan helm. Sebanyak 5.086 pelanggar dikenai sanksi berupa teguran lisan dan teguran tertulis.

“Karena seminggu sebelum Operasi Keselamatan kita sudah mulai razia knalpot brong. Sekitar 52 unit sudah kita amankan. Terus kemudian untuk yang tilang manual kita fokuskan kepada knalpot brong serta tidak menggunakan helm,” akunya.

AKP Taufik mengungkapkan bahwa pelanggar didominasi oleh pengguna kendaraan roda dua.

Di periode yang sama, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 19 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 3 orang dan luka ringan sebanyak 32 orang.

Jumlah ini terhitung lebih tinggi jika dibandingkan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di periode yang sama tahun lalu. Sebab, pada tahun lalu, kasus kecelakaan selama Operasi Keselamatan Semeru mencapai 18 kasus.

“Yang tahun ini 19 (kasus). Tapi ini masih dihitung sampai kemarin. Hari Minggu nanti kita update lagi saat operasi selesai pada hari Minggu tanggal 15 Februari,” kata Taufik.

Meski tak merinci jumlahnya, AKP Taufik menerangkan bahwa wilayah Kecamatan Ngantru dan Kecamatan Kota masih menjadi black spot atau wilayah paling rawan terjadi kecelakaan.

“Sementara untuk black spot tetap di daerah Ngantru, terus kemudian di daerah kota. Selain itu nggak ada. Tertinggi masih Ngantru,” jelasnya.(dit/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini