Kediri (KUBUS.ID) – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, meresmikan pengoperasian Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Beras MAPAN di Kantor Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, pada Senin (1/12/2025), bersama dengan 45 kelurahan lainnya. Peluncuran ATM Beras berbasis digital ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Kediri dalam menjamin ketersediaan pangan dan meringankan beban ekonomi bagi keluarga prasejahtera. Wali Kota Kediri Vinanda mengatakan, bahwa inovasi ATM Beras MAPAN ini adalah langkah adaptif pemerintah dalam mendistribusikan bantuan sosial secara cepat, tepat sasaran, dan bermartabat.
“ATM Beras ini bukan sekadar mesin, tetapi representasi komitmen kita untuk memastikan tidak ada warga Kota Kediri yang kesulitan pangan. Dengan sistem kartu digital, penyaluran bantuan menjadi lebih efisien dan penerima bantuan bisa mengambil beras kapan pun mereka butuhkan, tanpa harus antre panjang,” ujar Mbak Wali, sapaan akrab Vinanda Prameswati.
Mekanisme Pengambilan yang Mudah dan Tepat Sasaran ATM Beras MAPAN ini bekerja menggunakan kartu khusus yang hanya dimiliki oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terdata dan diverifikasi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri. Setiap KPM dapat mengambil jatah beras mereka secara berkala dengan menempelkan kartu pada mesin ATM.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin menjelaskan bahwa Kelurahan Semampir dipilih sebagai lokasi pertama karena tingginya kebutuhan akan bantuan pangan di wilayah tersebut. Bantuan beras disalurkan, untuk memastikan penerima dapat berdaya, dapat meneruskan ekonomi rumah tangga. ATM beras ada 46 di masing-masing kelurahan dengan penerima total di Kota Kediri sebanyak 3.390 penerima manfaat.
“Saat ini, di Semampir ada 107 penerima manfaat yang terdata sebagai penerima manfaat ATM Beras. Setiap KPM akan mendapatkan 5 liter beras berkualitas setiap bulannya. Kita targetkan, fasilitas serupa dapat segera terpasang di seluruh kelurahan secara bertahap,” jelasnya.
Wali Kota Kediri Vinanda berharap keberadaan ATM Beras ini dapat memutus mata rantai kerawanan pangan sekaligus mendorong ASN dan pihak kelurahan untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Ini adalah wujud Smart City yang kita bangun, di mana teknologi digunakan untuk kemanusiaan. Saya minta Dinsos dan seluruh jajaran kelurahan untuk memastikan stok beras selalu terisi dan mesin selalu berfungsi optimal, sehingga hak warga selalu terpenuhi,” tutupnya.
Acara peluncuran ditutup dengan peninjauan langsung kondisi beras dan sistem operasional mesin ATM Beras oleh Wali Kota bersama jajaran Forkopimda Kota Kediri. Setiap Keluarga penerima manfaat menerima beras sebanyak 5 liter setiap bulannya. Sedangkan untuk bulan Desember ini, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima 10 liter beras, untuk Bulan November dan Desember.(atc)
































