Beranda Kediri Raya Mecel Bareng Mbak Wali di Jalan Stasiun, Pecel Tumpang Jadi Daya Tarik...

Mecel Bareng Mbak Wali di Jalan Stasiun, Pecel Tumpang Jadi Daya Tarik Kediri City Tourism

40

Kediri (KUBUS.ID) – Di kawasan Jalan Stasiun, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati duduk lesehan, menyatu bersama warga dan penjual pecel dalam kegiatan Mecel Bareng Mbak Wali. Bukan sekadar makan bersama, tetapi merayakan pecel sebagai cerita, identitas, dan destinasi kuliner Kota Kediri. Mecel Bareng Mbak Wali digelar bersamaan dengan peresmian kawasan Jalan Stasiun Kota Kediri.

Dengan pincuk sederhana beralas daun pisang, Mbak Wali menikmati pecel khas Kediri. Di sekelilingnya warga sangat antusias menikmati pecel Kota Kediri. Sebanyak 20 lapak penjual pecel turut berpartisipasi, dengan masing-masing lapak menyediakan 100 porsi pecel yang dapat dinikmati masyarakat melalui sistem kupon. Suasana hangat inilah yang ingin dihadirkan dalam program Kediri City Tourism (D’CITO) wisata yang tak hanya dilihat, tetapi dirasakan.

Mbak Wali menyampaikan bahwa pecel tumpang merupakan salah satu ikon kuliner khas Kota Kediri yang harus terus dikenalkan dan dibanggakan bersama. Selain rasanya yang enak dan menggugah selera, sambel tumpang memiliki cita rasa yang sangat khas dan tidak semua daerah memilikinya.

“Makan pecel bersama masyarakat hari ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus wujud kecintaan kita terhadap kuliner lokal. Dengan diresmikannya Jalan Stasiun, kami berharap para pedagang pecel tumpang di sepanjang Jalan Dhoho semakin ramai, semakin dikenal masyarakat luas, dan mampu berkembang sebagai destinasi wisata kuliner,” ujarnya.

Wali kota berharap kegiatan berbasis kuliner lokal tersebut mampu mendorong peningkatan aktivitas UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Harapannya, geliat UMKM semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi Kota Kediri dapat terus terdorong secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Antusiasme juga dirasakan oleh para pengunjung. Salah satunya Dwi Retnani dari Kelurahan Dermo. Dwi ikut serta makan pecel bersama Mbak Wali.

“Rasanya senang sekali. Mbak Wali juga ramah dan mau membaur dengan warga. Jarang ada acara seperti ini, apalagi bersamaan dengan peresmian kawasan Stasiun,” ungkapnya.

Dwi menambahkan masyarakat mendapatkan kupon yang dapat ditukarkan dengan pecel gratis. Sehingga kegiatan tersebut terasa lebih dekat dan merakyat. Ia berharap ke depan semakin banyak kegiatan serupa yang digelar.

“Semoga Mbak Wali terus nyenengne rakyat, sering mengadakan perayaan, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan oleh para pedagang pecel. Salah satunya Widia. Ia menyebutkan bahwa masing-masing lapak mendapatkan jatah 100 kupon atau 100 porsi, dengan harga yang diseragamkan sebesar Rp10.000 per porsi.

“Alhamdulillah ada dampak positif. Harga disamaratakan jadi sepuluh ribu, lumayan bagi kami yang biasanya jual delapan ribu,” ujarnya.

Widia menilai kegiatan Mecel Bareng Mbak Wali tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga mempererat kebersamaan antar pedagang.

“Senang karena acara ini bisa mempersatukan pedagang pecel di Jalan Dhoho. Harapannya kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan untuk UMKM terutama penjual pecel tumpang yang sudah jadi makanan khas Kediri,” katanya. (atc/nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini