Beranda Gaya Hidup Ramadan dan Rindu yang Tak Pernah Usai

Ramadan dan Rindu yang Tak Pernah Usai

3

KUBUS.ID – Ramadan selalu membawa rindu yang berbeda. Rindu pada suasana, rindu pada momen, rindu pada orang-orang yang mungkin kini tak lagi duduk di meja yang sama.

Setiap kali azan magrib berkumandang, ada kenangan yang ikut datang. Tentang ayah yang selalu memimpin doa sebelum berbuka. Tentang ibu yang sibuk memastikan semua makanan tersaji hangat. Tentang tawa saudara yang kini mungkin sudah memiliki rumah masing-masing. Ramadan bukan hanya bulan ibadah. Ia adalah bulan kenangan.

1. Rindu pada Sosok yang Mengajarkan Arti Sabar

Banyak dari kita belajar tentang kesabaran pertama kali dari orang tua saat Ramadan.

• Menunggu waktu berbuka
• Bangun sahur meski masih mengantuk
• Menahan emosi saat lapar

Kini, ketika sosok itu mungkin telah tiada atau jauh di perantauan, Ramadan terasa berbeda. Namun rindu itu justru menjadi doa yang tak pernah putus.

2. Kenangan yang Tidak Pernah Benar-Benar Hilang

Aroma masakan tertentu bisa membawa kita kembali ke masa kecil. Lagu religi yang diputar menjelang berbuka bisa membuat hati terasa hangat sekaligus sendu.

Ramadan menyimpan memori yang tidak lekang oleh waktu.

3. Mengubah Rindu Menjadi Amal

Rindu bukan untuk ditangisi, tetapi untuk diteruskan.

• Melanjutkan tradisi keluarga
• Mendoakan yang telah pergi
• Menjadi sosok yang dirindukan generasi berikutnya

Karena pada akhirnya, Ramadan mengajarkan bahwa rindu adalah bentuk cinta yang tetap hidup.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini