KUBUS.ID – Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah perjalanan pulang, pulang kepada diri sendiri. Dalam kesibukan hidup, seringkali kita terlalu keras pada diri sendiri. Menyalahkan kegagalan, menyesali keputusan, membandingkan pencapaian. Tanpa sadar, kita memendam lelah yang tidak pernah benar-benar diberi ruang untuk dipahami. Ramadan datang seperti jeda. Ia memberi kesempatan untuk berhenti sejenak dan bertanya: Apakah aku sudah cukup baik pada diriku sendiri?
1. Mengakui Luka yang Pernah Ada
Berdamai bukan berarti melupakan. Ia dimulai dengan mengakui.
• Mengakui kesalahan masa lalu
• Mengakui rasa kecewa yang pernah disimpan
• Mengakui bahwa kita manusia yang tidak sempurna
Ramadan mengajarkan bahwa Allah Maha Pengampun. Jika Tuhan saja membuka pintu maaf, mengapa kita begitu sulit memaafkan diri sendiri?
2. Melepaskan Beban yang Tidak Perlu
Puasa mengajarkan kita untuk menahan. Namun Ramadan juga mengajarkan kita untuk melepaskan. Melepaskan:
• Rasa bersalah berlebihan
• Penyesalan yang tak lagi bisa diubah
• Ekspektasi yang terlalu tinggi
Karena hati yang ringan lebih mudah menerima kebaikan.
3. Memulai dengan Lembut
Berdamai dengan diri sendiri berarti memperlakukan diri dengan lebih lembut. Berbicara lebih baik pada diri sendiri. Memberi ruang untuk belajar. Memberi kesempatan untuk bertumbuh. Ramadan bukan tentang menjadi sempurna. Ia tentang menjadi lebih baik, perlahan tapi pasti.
































