
TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 2026, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mulai memetakan stok bahan bakar minyak (BBM). Wilayah eks Karesidenan Kediri meliputi Tulungagung, Kediri, Blitar, dan Trenggalek menjadi perhatian khusus karena diperkirakan mengalami lonjakan penggunaan kendaraan pribadi.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa ketahanan stok BBM di wilayah tersebut saat ini dalam kondisi aman dan stabil.
Meski konsumsi mulai meningkat menjelang Ramadan, distribusi dari terminal BBM ke SPBU tetap berjalan lancar setiap hari guna menjaga keseimbangan pasokan.
“Ketahanan stok di wilayah Kediri, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek rata-rata berada di kisaran 5 hingga 10 hari. Stok ini bersifat dinamis sesuai pola konsumsi,” ujar Ahad.
Untuk wilayah tersebut, mekanisme distribusi memiliki karakteristik tersendiri. Selain menggunakan truk tangki, suplai utama juga dilakukan melalui moda kereta api (rail tank wagon/RTW) yang diberangkatkan dari Surabaya guna menjamin ketepatan waktu dan volume pengiriman.
Adapun rata-rata suplai harian meliputi Pertamax sebanyak 360 kiloliter, Pertalite 940 kiloliter, dan Bio Solar 640 kiloliter.
Dalam pengamanan distribusi selama periode Ramadan dan Idul Fitri, Pertamina akan membentuk satuan tugas (Satgas) yang bertugas memantau ketersediaan energi secara real-time di lapangan. Satgas ini dijadwalkan aktif mulai H-14 hingga H+14 Idul Fitri.
Proyeksi kebutuhan energi tahun ini disusun berdasarkan data historis konsumsi pada momen Lebaran sebelumnya. Sebagai langkah antisipasi, Pertamina juga telah melakukan penebalan stok (build up stock) guna mencegah kekosongan pasokan di SPBU saat puncak arus mudik dan perayaan hari raya.
“Kami memastikan kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi,” tegasnya.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap bijak dalam melakukan pembelian BBM dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang dapat mengganggu distribusi.
“Belilah sesuai kebutuhan. Tidak perlu khawatir karena ketersediaan BBM untuk mendukung mudik dan libur Lebaran kami pastikan aman,” pungkas Ahad.(dit/adr)
































