BLITAR (KUBUS.ID) – Kenaikan harga plastik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir turut dirasakan di Kota Blitar. Hasil pengecekan lapangan menunjukkan lonjakan harga cukup signifikan, bahkan mencapai 50 hingga 80 persen untuk beberapa jenis produk.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kenaikan paling tinggi terjadi pada kantong plastik kresek kiloan.
“Harga kantong plastik kresek sebelum Lebaran sekitar Rp28.000 per kilogram. Dua hari setelah Lebaran naik menjadi Rp42.000, dan saat ini sudah mencapai Rp58.000 per kilogram,” jelas Parminto.
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada jenis plastik lain. Twin wall (kotak plastik bening) mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 per 10 pack, sementara gelas plastik ukuran 50 biji naik sekitar Rp1.500. Tak hanya plastik, harga kertas dan tisu juga ikut mengalami penyesuaian.
Menurut Parminto, tren kenaikan ini menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama karena berpotensi berdampak pada pelaku usaha kecil dan sektor perdagangan.
“Kenaikan ini tidak hanya dirasakan pedagang, tapi juga berimbas ke pelaku usaha yang menggunakan kemasan plastik dalam aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Blitar kembali mengaktifkan program pengurangan penggunaan plastik atau diet plastik yang sempat digagas beberapa tahun lalu.
“Kami mendorong kembali program diet plastik, termasuk penggunaan bahan alternatif dalam kegiatan resmi maupun aktivitas masyarakat,” tegas Parminto.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek di tengah kenaikan harga, tetapi juga mendorong perubahan pola penggunaan plastik ke arah yang lebih berkelanjutan.
Di sisi lain, kenaikan harga ini memunculkan berbagai respons di masyarakat. Sebagian mulai beradaptasi, sementara yang lain masih merasakan dampaknya dalam aktivitas sehari-hari.(stm)






























