KEDIRI, KUBUS.ID – Puluhan siswa MTs Negeri 3 Kota Kediri memanfaatkan momentum pembelajaran di luar kelas dengan mengunjungi ANDIKA Media Center, Jalan Semeru 243 Kediri, Senin (6/4). Kunjungan ini menjadi ajang mengenal lebih dekat dunia jurnalistik sekaligus memahami dinamika perkembangan media digital di tengah derasnya arus informasi.
Didampingi langsung Kepala Madrasah Yuniati Rahayu Choiriyah bersama jajaran guru, para siswa khususnya anggota ekstrakurikuler jurnalistik, tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disajikan.
“Kami mengajak anak-anak, khususnya anggota ekskul jurnalistik, ke Andika agar mereka mendapatkan literasi media terkini. Radio Andika selama ini dikenal sebagai media andalan yang banyak membantu masyarakat,” ujar Yuniati.
Dalam sesi diskusi, Station Manager Radio ANDIKA, Adnan Raharja, memaparkan transformasi media yang dilalui ANDIKA. Ia menjelaskan bagaimana Radio ANDIKA beralih dari sekadar media penyiaran konvensional menjadi rujukan informasi sekaligus solusi publik di Jawa Timur, khususnya Kediri Raya.
“Sekarang media tidak hanya menyampaikan berita, tapi juga hadir memberi solusi. Mulai dari laporan barang hilang, aduan layanan publik, bantuan hukum, hingga panduan lalu lintas, semua bisa terakomodasi lewat konsep citizen journalism,” jelasnya.

Konsep tersebut, lanjut Adnan, menjadi kekuatan utama ANDIKA dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat. Publik tidak lagi sekadar menjadi pendengar, tetapi turut berperan aktif sebagai penyampai informasi.
Tak hanya berdiskusi, para siswa juga diajak meninjau langsung ruang redaksi (newsroom) Radio ANDIKA. Mereka melihat bagaimana peran gatekeeper dalam menyaring informasi sebelum dipublikasikan, hingga proses kerja tim redaksi dalam mengolah berita.
Kunjungan semakin lengkap saat rombongan diajak menyaksikan aktivitas tim Andika TV. Di sana, siswa mendapat gambaran nyata tentang produksi konten berita yang disajikan melalui berbagai platform media sosial.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori jurnalistik, tetapi juga mampu melihat langsung praktik di lapangan. Sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi media di era digital.(adr)
































