KUBUS.ID – Lapar bukan sekadar rasa di perut. Ia adalah guru yang jujur. Saat tubuh merasa lemah, emosi sering kali lebih mudah tersulut. Di situlah Ramadan mengajarkan pelajaran terpenting: sabar bukan hanya teori, tetapi latihan nyata.
1. Sabar Menghadapi Diri Sendiri
Kadang yang paling sulit dikendalikan adalah diri sendiri.
• Rasa ingin marah
• Keinginan untuk mengeluh
• Godaan untuk menyerah
Puasa mengingatkan bahwa kita mampu menahan lebih dari yang kita kira.
2. Empati terhadap Sesama
Lapar membuat kita lebih peka terhadap mereka yang merasakannya setiap hari.
Ramadan menghidupkan empati:
• Lebih mudah berbagi
• Lebih sadar untuk bersedekah
• Lebih menghargai makanan
Sabar melahirkan kepedulian.
3. Menguatkan Mental dan Jiwa
Ketika kita mampu menahan lapar dan dahaga selama berjam-jam, sebenarnya kita sedang melatih ketahanan mental. Ramadan membuktikan bahwa kekuatan sejati bukan pada fisik, tetapi pada kendali diri.






























