Beranda Kediri Raya Berkah Ramadan, Harga Kurma Naik tapi Penjualan di Kota Kediri Tetap Tinggi

Berkah Ramadan, Harga Kurma Naik tapi Penjualan di Kota Kediri Tetap Tinggi

463
Berkah Ramadan, Harga Kurma Naik tapi Penjualan di Kota Kediri Tetap Tinggi (Foto: Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Kurma menjadi salah satu komoditas pangan yang paling banyak diburu masyarakat selama Ramadan. Pantauan jurnalis ANDIKA Media di salah satu pusat penjualan kurma di Jalan Joyoboyo, Kota Kediri, volume penjualan tercatat meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu, meskipun harga kurma tahun ini relatif lebih tinggi.

Rifqi, salah satu pedagang kurma di kawasan tersebut, mengatakan hingga memasuki pekan kedua Ramadan, tokonya telah menjual sekitar 3 ton kurma dari berbagai jenis.

Menurut Rifqi, pola penjualan kurma tahun ini terbilang unik namun tetap stabil. Puncak penjualan terjadi pada H-2 hingga H+1 Ramadan. Setelah itu, penjualan cenderung stabil pada pekan pertama. Memasuki pekan kedua, terjadi sedikit penurunan karena sebagian masyarakat masih memiliki stok kurma di rumah. Penjualan biasanya kembali meningkat pada pekan terakhir Ramadan, meski tidak setinggi saat awal bulan puasa.

Rifqi juga menyediakan berbagai varian kurma untuk menjangkau semua kalangan. Mulai dari yang paling terjangkau, yaitu kurma Mesir seharga Rp40.000 per kilogram, hingga kurma premium seperti Ajwa yang dijual hingga Rp290.000 per kilogram. Dari berbagai jenis yang tersedia, kurma Mesir masih menjadi yang paling diminati dan mendominasi penjualan.

Meski situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas, Rifqi memastikan pasokan kurma untuk masyarakat Kediri tetap aman. Hal ini karena stok telah disiapkan jauh hari sebelumnya.

“Masyarakat tidak perlu khawatir soal pasokan. Stok yang ada saat ini sudah kami amankan sejak Januari lalu, sehingga konflik yang terjadi di Timur Tengah belum berdampak pada ketersediaan barang di gudang kami,” ujar Rifqi, Jumat (6/3).

Selain Ramadan, permintaan kurma biasanya juga meningkat menjelang musim haji, meskipun volumenya tidak sebesar saat bulan puasa. Rifqi pun berharap situasi global segera membaik.

“Harapan kami tentu konflik di Timur Tengah tidak berkepanjangan. Selain alasan kemanusiaan, stabilitas di sana penting agar rantai pasokan untuk musim berikutnya tetap terjaga dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya.(sof/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini